Ketidakpastian Terbaru atas Retorika 'Hawkish' Federal Reserve

April 07, 2022 00:26

Ketidakpastian yang muncul atas retorika hawkish Federal Reserve tersebar luas menjelang rilis risalah pertemuan FOMC untuk bulan Maret hari ini, ketika bank sentral itu menaikkan pedoman suku bunga sebesar 0.25 persen. Investor mengharapkan lebih banyak gambaran ke dalam rencana tapering QE The Fed setelah bertahun-tahun melakukan pembelian aset untuk menyokong ekonomi selama berlangsungnya pandemi. 

Sentimen semalam di Asia memimpin dari pasar ekuitas Australia yang mundur tipis karena investor mempertimbangkan prospek dari bank sentral utama lainnya –RBA – berubah menjadi ‘hawkish’. Dalam keputusannya di bulan April ini, RBA menjatuhkan pedoman ‘kesabarannya’, mengisyaratkan bahwa salah satu ekonomi utama di Asia itu akan mulai menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. 

MetaTrader 5 adalah platform multi-aset #1 pilihan trader dan investor dari seluruh dunia. Unduh, instal, dan mulai trading sekarang!

Pengetatan moneter 

Pergeseran ke arah pengetatan moneter di AS dan Australia tercermin di Inggris. Inflasi berada di tingkat yang tinggi di ketiga wilayah itu, yang ditekan dengan cara menghidupkan kembali kegiatan ekonomi setelah penurunan selama pandemi COVID-19. Di saat mesin industri terlalu panas untuk memenuhi tingkat permintaan yang meningkat, kekurangan rantai pasokan menambah beban inflasi. 

Inflasi yang tinggi dan naiknya suku bunga datang di saat yang penuh tantangan bagi utang global yang naik ke rekor tertinggi selama kebijakan moneter era pandemi yang akomodatif. 

Pertanda lain dari volatilitas terjadi di harga minyak mentah spot karena investor mencoba untuk tetap berada di depan kurva berikutnya dalam arah konflik Ukraina yang tidak terduga. Dampak geopolitik telah menambah risiko di sisi pasokan dari Rusia dan OPEC masih belum memberi jalan pada rencananya untuk secara bertahap meningkatkan produksi selama kuartal berikutnya. Baru-baru ini harga minyak mentah spot mundur kembali karena harapan akan tercapainya kedamaian di Eropa, di samping upaya AS untuk melepaskan cadangan minyak mentahnya supaya mengimbangi inflasi. 

Selain rilis risalah FOMC hari ini, peristiwa trading penting berikutnya dijadwalkan hari Kamis dengan rilis penjualan ritel Zona Euro untuk bulan Februari. Ada kemungkinan efek domino pada pasangan mata uang EUR jika ekspektasi pertumbuhan mengecewakan, namun dengan cara yang sama, mata uang blok itu juga dapat terdukung jika angka penjualan ritel lebih baik dari yang diperkirakan. Pasangan mata uang EUR juga menghadapi angin sakal yang berasal dari ketidakpastian atas pemilu yang akan datang di Prancis pada bulan April.

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis perdagangan seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Sarah Fenwick
Sarah Fenwick Penulis Keuangan

Sarah Fenwick memiliki latar belakang jurnalisme dan komunikasi. Sebelumnya ia bekerja sebagai koresponden yang meliput berita untuk Bursa Efek Swiss dan ia telah menulis tentang keuangan dan ekonomi selama 15 tahun.