Rapat Federal Reserve Bulan Juni Membentuk Sentimen USD

Juni 06, 2022 18:09

USD naik bersamaan dengan retorika hawkish Federal Reserve di bulan Mei, tetapi pada saat penulisan, ada rasa bahwa mata uang itu melambat menjadi pola memutar jelang pengumuman keputusan suku bunga bank sentral yang dijadwalkan pada 14-15 Juni. 

The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan pedoman suku bunga utama sebesar 0.5 persen pada bulan Juni dan Juli dan kemudian mengambil jeda pada kenaikan suku bunga bulan September. Dalam skenario lain, kenaikan 0.75 persen sudah ada di depan muka dan ada laporan bahwa Wakil Ketua The Fed Lael Brainard tidak mendukung jeda September ini. 

Prospek untuk ekonomi AS diperumit oleh dampak menguatnya USD dan ekspor AS serelah raksasa teknologi Microsoft memangkas estimasi pendapatan dan labanya untuk kuartal fiskal yang berakhir bulan ini, yang mengutip kondisi devisa yang tidak menguntungkan. 

Tantangan untuk sektor teknologi adalah angin buritan bagi sektor perbankan. Saat suku bunga di AS mengalami kenaikan, perbankan seperti Wells Fargo dan Bank of America dapat memperkirakan pendapatan suku bunga dan pertumbuhan aset yang lebih tinggi karena setoran ke rekening tabungan dan pembelian obligasi bank mengalami peningkatan. Tidak ingin menggambarkan skenario yang terlalu indah, ada juga kemungkinan dampak kurs mata uang asing yang tidak menguntungkan pada sektor perbankan di tengah volatilitas di pasar mata uang.

Peristiwa Geopolitik  

Peristiwa geopolitik di Ukraina diperkirakan akan terus menekan harga komoditas dan rantai pasokan, terutama di sektor energi. Harga spot minyak mentah dan gas alam kemungkinan akan tetap terangkat dalam kondisi ini, dan pertanyaan seputar pertumbuhan China juga mempengaruhi sektor energi.  

Produksi pabrik China menurun di bulan Mei karena lockdown COVID-19. Meskipun pembatasan dilonggarkan pada akhir bulan, mereka muncul kembali karena kebijakan zero COVID China dan pola ini mungkin berlanjut hingga Juni. 

Pasar energi sensitif terhadap laporan pertumbuhan China. Ketika ekonomi kedua terbesar di dunia itu melemah, permintaan global akan minyak mentah turun bersamaan dengannya, yang artinya bahwa penurunan paralel melintas di harga spot minyak mentah. Tetapi mengingat tantangan geopolitik yang tengah berlangsung, akan menimbulkan penurunan yang signifikan di pertumbuhan PDB China untuk menurunkan harga spot minyak mentah.

Harga spot emas 

USD yang kuat menghambat harga emas sepanjang bulan Mei, yang didukung oleh kenaikan suku bunga dan pertumbuhan lapangan kerja yang kuat, tetapi ada sinyal bahwa tingkat pekerjaan melemah. Ini bisa berarti resistensi untuk USD dan dukungan untuk emas jika pasar kerja AS mulai terkikis. 

Apakah Anda baru dalam dunia trading dan ingin memahami lebih lanjut mengenai trading atau ingin menguji strategi trading baru Anda? Daftar akun demo gratis kami hari ini dan trading di pasar secara langsung dengan akun demo bebas risiko.

Trading dengan akun demo bebas risiko

Berlatih trading dengan dana virtual

 

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis perdagangan seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Sarah Fenwick
Sarah Fenwick Penulis Keuangan

Sarah Fenwick memiliki latar belakang jurnalisme dan komunikasi. Sebelumnya ia bekerja sebagai koresponden yang meliput berita untuk Bursa Efek Swiss dan ia telah menulis tentang keuangan dan ekonomi selama 15 tahun.