Martingale Strategy dalam Forex Trading

Admirals
11 Menit baca

Trader ambisius mana pun selalu mencari cara untuk meningkatkan strategi trading yang ia miliki. Di sisi lain, trader pemula bisa sedikit satu dimensi dalam fokus mereka. Sering kali, trader yang kurang pengalaman terlalu khawatir tentang sinyal entri, dan ini bisa jadi merugikan area penting lainnya.

Area tersebut adalah: seleksi pasar, strategi exit, ukuran posisi, dan objektif – berorientasi strategi dan psikologi.

Mudah untuk meremehkan aspek-aspek ini. Sinyal entri memberi tahu Anda kapan waktu yang tepat untuk trading. Ukuran posisi adalah suatu disiplin terkait cara trading. Beberapa teori tentang ukuran posisi berasal dari aturan peluang – khususnya dari sistem perkembangan taruhan. 

Artikel ini membahas tentang Martingale strategy yang merupakan strategi ukuran posisi. Pertama-tama, kita akan melihat apa itu Martingale dalam konteks aslinya sebagai permainan peluang. Kemudian, kita akan menjelajahi Martingale Forex.

Cara Kerja Martingale Strategy

Apa itu Martingale? Teori di balik strategi Martingale sangat lah sederhana. Ia merupakan sistem perkembangan negatif yang melibatkan peningkatan ukuran posisi Anda setelah kerugian. Secara khusus, ia melibatkan penggandaan ukuran trading Anda ketika Anda rugi. Skenario klasik Martingale adalah mencoba untuk trading hasil di mana ada kemungkinan 50% akan terjadi. Skenario seperti ini memiliki ekspektasi nol.

Anda tidak akan menghasilkan apa pun dan kehilangan apa pun dalam jangka panjang. Untuk jenis proposisi 50/50 ini, ada dua pemikiran tentang bagaimana mengukur ukuran trading Anda. Strategi Martingale adalah tentang menggandakan ukuran trading saat Anda kalah. Teorinya adalah bahwa saat Anda menang, Anda akan meraih kembali apa yang hilang. Di sisi lain, strategi anti-Martingale menyatakan bahwa Anda harus meningkatkan ukuran trading ketika Anda menang.

Forex Martingale dengan Dua Hasil

Pertimbangkan trading yang hanya memiliki dua hasil, dengan keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk terjadi. Mari kita sebut hasil A dan hasil B. Trading disusun sehingga imbalan risiko memiliki rasio 1:1. Katakanlah Anda memutuskan untuk trading jumlah tetap $5, berharap hasil A akan terjadi, namun hasil B lah yang terjadi, dan trading Anda merugi.

Untuk trading berikutnya, Anda meningkatkan posisi menjadi $10, sekali lagi mengharapkan hasil A. B terjadi lagi, menjadikan kerugian Anda $10. Sekali lagi, Anda menggandakan posisi dan sekarang trading $20 – perlu hasil A untuk mendapatkan keuntungan. Anda terus melakukannya sampai mendapat hasil yang diinginkan. Posisi trading yang menang akan melampaui seluruh trading yang kalah dari trading-trading sebelumnya. Ukuran di mana ia melampaui mereka setara dengan ukuran trading awal. Mari kita lakukan secara berurutan.

  • Menang trading pertama dan keuntungan $5.
  • Kalah trading pertama, namun menang trading kedua
  • Kehilangan $5 pada trading pertama dan kemudian menang $10 pada trading kedua. Membuat Anda memiliki keuntungan bersih $5.
  • Kalah trading pertama, tetapi menang trading ketiga
  • Anda kehilangan $5 pada trading pertama $10 pada trading kedua, dan kemudian menang $20 pada trading ketiga.
  • Menjadikan keuntungan bersih Anda $5.
  • Anda kalah di tiga trading pertama, namun menang di trading keempat
  • Anda rugi $5 pada trading pertama, $10 pada trading kedua, dan $20 pada trading ketiga. Pada saat yang sama, Anda menang $40 pada trading keempat. Lagi-lagi, Anda berakhir dengan keuntungan bersih $5.

Kemungkinan Anda tidak mendapat untung pada akhirnya tidak terbatas – dengan syarat Anda memiliki dana yang tidak terbatas untuk menggandakan posisi. Seperti yang bisa Anda lihat dari urutan di atas, ketika Anda akhirnya menang, Anda meraih keuntungan sebesar ukuran trading awal Anda. Terdengar bagus secara teori. Masalahnya dengan strategi martingale adalah bahwa Anda hanya memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan kecil. Pada saat yang sama, Anda mempertaruhkan jumlah yang lebih besar dalam upaya mengejar keuntungan kecil.

Contoh di atas hanya menghasilkan keuntungan $5. Namun dengan tiga trading, kita mempertaruhkan $40. Bayangkan jika kerugian berturut-turut bertahan lebih lama. Kemungkinannya kecil untuk kalah enam trading secara berturut-turut – namun itu bukan hal yang mustahil.

Faktanya, mereka lebih besar dari 1%. Bagaimana jika Anda mempertaruhkan modal total $200? Anda akan dipaksa untuk berhenti dengan kerugian besar. Ini adalah masalah utama dari Martingale strategy. Kemungkinan Anda menang hanya terjamin jika Anda memiliki dana yang cukup untuk terus menggandakan posisi.

Setiap orang memiliki batas dalam hal mempertaruhkan modalnya. Semakin lama Anda menerapkan strategi Martingale, semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami kekalahan beruntun yang berkepanjangan. Bergantung pada pola pikir Anda, Anda mungkin ini terlihat sebagai proposisi yang tidak menyenangkan. Tak perlu dikatakan lagi bahwa Martingale strategy memang memiliki pendukung. Selanjutnya, mari kita lihat bagaimana kita dalam menerapkan prinsip dasar strategi Martingale Forex.

MetaTrader 5 - platform trading multi-aset nomor 1 di dunia. Platform yang ditawarkan Admirals sepenuhnya GRATIS! Akses grafik unggul, analisis dan data pasar real-time, widget trading terbaik yang pernah ada, dan masih banyak lagi. Klik banner di bawah ini dan unduh sepenuhnya GRATIS!

Platform multi-aset utama dunia


Forex Martingale Strategy

Sumber: MetaTrader 4 Supreme Edition – Grafik M1 EURUSD dengan Indikator RSI. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Bagaimana cara kerja strategi Martingale Forex? Pasar Forex tidak secara alami menyesuaikan dirinya dengan hasil menang atau kalah langsung dalam jumlah tetap. Ini karena keuntungan dan kerugian trading Forex merupakan hasil yang bervariasi. Kita dapat menentukan target harga di mana kita meletakkan take profit untuk menghentikan kerugian. Dengan melakukan hal tersebut, kita mengatur potensi keuntungan dan kerugian sebagai jumlah yang setara.

Grafik di bawah ini menunjukkan grafik EURUSD 1 menit dengan indikator Relative Strength Index (RSI) yang diplot di bawahnya. Jangan lupa bahwa RSI adalah salah satu dari banyak indikator trading yang tersedia melalui MetaTrader Supreme Edition, yang merupakan plug in hebat untuk MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Ia memberikan kita poin entri mudah, dan memperkirakan keadaan pasar: jika RSI turun di bawah 30, ia menunjukkan adanya oversold, jika ia naik di atas 70, ia menunjukkan adanya overbought.

Pada pukul 10:03AM dalam grafik, RSI naik di atas 70. Ini adalah poin entri kita. Kita menjual satu lot EURUSD di 1.1095. Kemudian kita dapat menempatkan limit 30 pips di bawah pada 1.1065. Ini lah di mana kita mengambil keuntungan. Kita menempatkan stop 30 pips di atas 1.1065. Sayangnya, EURUSD terus naik dan pada pukul 10:15AM, di mana stop kita terlewati.

Sumber: MetaTrader 4 Supreme Edition – Grafik M1 EURUSD dengan Indikator RSI. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan

Pada titik ini kita mendefinisikan bahwa kita kalah. Strategi Martingale sekarang meminta kita untuk menggandakan posisi. Kita hanya menggunakan stop loss mental, alih-alih stop order yang sebenarnya. Mengapa demikian? Karena tidak ada gunanya menutup trading, dan kemudian membuka kembali trading lain dengan ukuran dua kali lebih besar. Alih-alih, kita membuka trading baru mencocokkan ukuran dengan trading awal dan menggandakannya.

Kita kemudian menjual satu lot lainnya di 1.1125. Menempatkan stop loss mental baru di 30 pips pada 1.1155. mengganti limit order awal dengan satu yang baru mendekati kedua trading. 30 pips di bawah trading bari kita di 1.1095. Kita awalnya menjual satu lot di 1.1095, dan kemudian menjual satu lagi di 1.1125. ini memberikan kita pon entri rata-rata 1.1110.

Kali ini kita beruntung, dan pasar bergeser ke bawah melalui limit kita dalam beberapa jam berikutnya. Pada pukul 13:55PM, kita menutup trading di 1.1095. kita menutup 15 pips di bawah entri poin rata-rata kita. Satu lot EUR.USD memiliki nila satu pip sebesar $10. Oleh karena itu, kita mengalikan 15 pips dengan $10/pip, di mana nilai bersih total adalah $150. Ini adalah contoh sangat sederhana untuk memberi Anda ide bagaimana kita dapat menerapkan strategi Martingale Forex.

Dalam contoh di atas, kita berakhir dengan keuntungan. Namun bayangkan skenario di mana Anda mengalami kekalahan secara beruntun? Martingale adalah strategi trading yang mungkin berhasil dalam situasi dengan probabilitas tinggi untuk menang. Tetapi ia sangat berisiko di pasar yang mengalami tren. Strategi ini selalu memiliki risiko untuk berakhir dengan kerugian yang besar, yang mengeluarkan Anda dari pasar.

Kekurangan dari strategi Martingale adalah Anda berjudi dengan kerugian, yang biasanya dilihat sebagai melanggar peraturan dari manajemen keuangan yang baik. Menarik untuk membandingkannya dengan kebalikan dari Martingale atau strategi anti Martingale (metodologi yang sering digunakan oleh trader pengikut tren). Termasuk di dalamnya:

  • Mempertahankan ukuran posisi saat Anda kalah
  • Meningkatkan ukuran posisi saat Anda mulai untung karena tren terbangun

Strategi Martingale Forex: Kesimpulan

Adakah teknik Martingale yang aman? Hasil dasar dari strategi Martingale adalah menang kecil di sebagian besar waktu, dengan kekalahan besar yang jarang terjadi. Ada batas pada seberapa lama Anda terus menggandakan ukuran trading tanpa kehabisan uang. Strategi ini akan hancur jika Anda mengalami serangkaian kekalahan dalam trading. Peningkatan eksponensial sangat lah kuat dan berakhir dalam jumlah besar yang sangat cepat. Oleh karena itu, menggandakan posisi secara terus menerus dapat berujung pada ukuran trading besar yang tidak terkendali.

Dalam skenario seperti itu, terus meningkatkan ukuran trading bersifat tidak berkelanjutan. Anda pasti akan tersingkir dari pasar dengan kerugian besar. Jika kita memiliki sekelompok trader menggunakan strategi ini dalam waktu yang terbatas, kita akan menemukan bahwa sebagian besar akan berakhir dengan keuntungan kecil karena mereka menghindari menghadapi kerugian panjang berturut-turut, dan siapa paun yang tidak beruntung mengalami kekalahan beruntun yang panjang dan menderita kerugian besar.

Sementara hasil dari strategi Martingale mungkin terdengar memuaskan, strategi ini juga tidak konsisten untuk digunakan secara teratur. Meskipun begitu, ia memberikan nilai dan ia merupakan alat bagus untuk memperoleh lebih banyak wawasan tentang pasar.

Jika Anda ingin bereksperimen dengan teknik Martingale, cara terbaik adalah dengan memulai di lingkungan trading bebas risiko. Akun trading demo kami membantu Anda untuk menemukan Martingale strategy yang paling cocok dengan Anda.

Trading di Akun Bebas Risiko

Trader profesional yang memilih Admirals akan senang mengetahu bahwa mereka dapat trading sepenuhnya bebas risiko dengan akun trading demo GRATIS kami. Alih-alih langsung terjun ke pasar live dan mempertaruhkan modal Anda, Anda bisa menghindari risiko sepenuhnya dan berlatih sampai Anda siap untuk trading live. Kendalikan pengalaman trading Anda, klik banner di bawah untuk membuka akun demo Anda hari ini!

Akun Demo Bebas Risiko

Daftar akun demo online gratis dan kuasai strategi trading Anda

Tanya Jawab Seputar Martingale Strategy

Apa itu Martingale strategy?

Martingale adalah strategi trading di mana ketika trader mengalami kerugian, ia harus menggandakan ukuran posisi dalam trading berikutnya.

Apa itu anti-Martingale?

Anti Martingale adalah strategi trading yang sering digunakan oleh trade pengikut tren. Termasuk di dalamnya: mempertahankan ukuran posisi saat kalah dan meningkatkannya saat untung karena tren mulai terbentuk. Anti Martingale merupakan kebalikan dari strategi Martingale.

Artikel menarik lainnya untuk Anda:

Tentang Admirals

Admirals adalah broker Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 6.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia. Mulai trading hari ini!

INFORMASI TENTANG MATERI ANALITIS:

Data yang diberikan memberikan informasi tambahan mengenai semua analisis, perkiraan, prognosis, prakiraan, tinjauan pasar, pandangan mingguan atau penilaian atau informasi serupa lainnya (selanjutnya disebut "Analisis") yang dipublikasikan di situs web firma investasi Admirals yang beroperasi di bawah merek dagang Admirals (selanjutnya "Admirals") Sebelum membuat keputusan investasi, harap perhatikan hal-hal berikut:

  1. Ini adalah komunikasi pemasaran. Konten tersebut diterbitkan untuk tujuan informatif saja dan sama sekali tidak dapat ditafsirkan sebagai nasihat atau rekomendasi investasi. Ini belum disiapkan sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mempromosikan kemandirian penelitian investasi, dan tidak tunduk pada larangan berurusan sebelum diseminasi penelitian investasi.
  2. Setiap keputusan investasi dibuat oleh setiap klien sendiri sedangkan Admirals tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari keputusan tersebut, baik berdasarkan konten atau tidak.
  3. Dengan maksud untuk melindungi kepentingan klien kami dan objektivitas Analisis, Admirals telah menetapkan prosedur internal yang relevan untuk pencegahan dan pengelolaan konflik kepentingan.
  4. Analisis disusun oleh analis independen (analis), (selanjutnya disebut “Penulis”) berdasarkan estimasi pribadi mereka.
  5. Sementara setiap upaya yang wajar telah dilakukan untuk memastikan bahwa semua sumber konten dapat diandalkan dan bahwa semua informasi disajikan, sebanyak mungkin, dengan cara yang dapat dimengerti, tepat waktu, tepat dan lengkap, Admirals tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan apa pun informasi yang terkandung dalam Analisis.
  6. Segala jenis kinerja instrumen keuangan masa lalu atau model yang ditunjukkan dalam konten tidak boleh ditafsirkan sebagai janji, jaminan, atau implikasi tersurat maupun tersirat oleh Admirals untuk kinerja di masa mendatang. Nilai instrumen keuangan dapat naik dan turun dan pelestarian nilai aset tidak dijamin.
  7. Produk dengan leverage (termasuk kontrak untuk perbedaan) bersifat spekulatif dan dapat mengakibatkan kerugian atau keuntungan. Sebelum Anda mulai berdagang, harap pastikan bahwa Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat.
TOP ARTIKEL
Apa itu FOMC The Fed?
Apa itu FOMC? Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC adalah badan Federal Reserve yang membuat kebijakan moneter, FOMC adalah mereka yang memutuskan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga. Federal Reserve, berdasarkan Beige Book yang mencerminkan kondisi ekonomi negara per distrik...
Apa itu Scalping Forex?
Bahkan jika Anda adalah seorang pemula di dunia trading, pasti Anda pernah mendengar istilah "scalping".Artikel ini akan menjawab pertanyaan "apa itu scalping dalam Forex?" cara kerja scalping dan memilih teknik scalping Forex Anda sendiri. Selain itu, kami juga akan membahas tentang strategi scalpi...
Strategi Price Action Trading
Apa itu price action? Tahukah Anda bahwa strategi price action trading adalah salah satu metode yang paling umum digunakan di pasar keuangan saat ini? Karena setiap indikator trading tunggal di dunia berasal dari harga, adalah hal yang tepat untuk Anda memahami dan mempelajari price action strategy...
Tampikan Semua