Jenis Jenis Saham yang Harus Diketahui Investor Pemula

Roberto Rivero
6 Menit baca

Tahukah Anda ada berapa jenis saham? Dalam artikel ini, kami akan sebutkan dan jelaskan jenis jenis saham yang harus Anda ketahui ketika investasi atau trading di pasar saham. Sebagai investor pemula, mengetahui dan memahami jenis jenis saham yang ada dan peluang yang mereka hadirkan bisa jadi sangat berguna ketika Anda berusaha untuk mengembangkan diri menjadi seorang investor yang sukses. 

Common Stock vs Preferred Stock 

Kami akan memulai daftar jenis-jenis saham dengan melihat common stock vs preferred stock. Kedua macam saham ini mewakili sebagian kepemilikan di perusahaan yang terdaftar, tetapi mereka memiliki beberapa perbedaan utama. 

Seperti namanya, saham biasa atau common stock adalah jenis saham paling umum dan bukan hal yang asing jika perusahaan hanya menawarkan jenis saham ini kepada investor mereka. 

Jika perusahaan memasuki administrasi, pemilik common stock memiliki hak untuk menerima bagian nilainya dari aset yang tersisa tetapi hanya setelah kreditur, karyawan dan otoritas pajak telah menerima uang yang dijadwalkan. Jika perusahaan bubar dan tidak ada aset yang tersisa, pemilik common stock tidak akan mendapatkan apa-apa. 

Ini adalah perbedaan utama antara common stock vs preferred stock; sekali lagi, sesuai dengan namanya, saham preferen adalah saham yang memberikan pemiliknya preferensi atas pemilik common stock ketika perusahaan memasuki administrasi. Hak tertentu berbeda tetapi, khususnya, pemegang saham preferen menerima pembayaran dividen sebelum pemegang saham common stock dan jika dua jenis saham tersebut mendistribusikan dividen, pemegang saham preferen seringkali menerima jumlah yang lebih besar. 

Value Stocks 

Value stocks adalah perusahaan terdaftar yang melakukan trading di bursa saham dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan pendapatannya; dengan kata lain, fundamental mereka menjustifikasi nilai lebih tinggi daripada harga saham mereka saat ini. 

Value investor, seperti Warren Buffet yang legendaris, membuat keputusan investasinya dengan mengidentifikasi dan membeli jenis saham ini dengan kepercayaan bahwa, pada saatnya, pasar akan mengoreksi dirinya sendiri dan investasi mereka akan merasakan nilai sesungguhnya. 

Value stocks cenderung merupakan perusahaan yang dewasa dan mapan dengan hasil konsisten dan riwayat pertumbuhan – atau perusahaan yang asetnya tidak dinilai sepenuhnya oleh investor. 

Growth Stocks 

Sebaliknya, growth stocks adalah saham yang sering kali dilihat secara kontras dengan value stocks dan biasanya dipersepsikan sebagai investasi dengan risiko lebih tinggi. 

Growth investor terutama berfokus pada pencarian perusahaan yang mengalami pertumbuhan lebih cepat dari bisnis lainnya, baik di industri yang sama maupun di seluruh pasar secara keseluruhan. Oleh karena itu, growth investor biasanya bersedia membayar lebih untuk saham ini dengan prospek pengembalian lebih besar di masa depan sebagai gantinya. Growth stocks cenderung tidak membayar dividen karena semua modal yang tersedia diinvestasikan kembali ke perusahaan untuk mendorong pertumbuhan di masa depan.  

Saham Dividen 

Kategori saham ini mencakup macam macam saham berbeda, yang semuanya membayar sebagian dari pendapatan mereka ke pemegang saham dalam bentuk dividen. 

Saham dividen adalah saham yang memberi investor pendapatan dan oleh karena itu, dinilai tinggi oleh income investor, yang gayanya mempriositaskan investasi yang menghasilkan pendapatan teratur dan andal. 

Tidak semua saham membayar dividen, seperti yang telah kita soroti di atas dalam jenis saham lainnya dalam daftar kami – growth stocks. Khususnya, perusahaan yang lebih muda dan kurang mapan cenderung tidak membayar dividen, seperti growth stocks, pendapatan tambahan apa pun cenderung disimpan untuk diinvestasikan kembali ke perusahaan untuk mempercepat laju pertumbuhan. 

Saham ESG

Saham ESG adalah saham perusahaan yang mematuhi prinsip-prinsip ESG, di mana ESG merupakan kependekan dari Environmental, Social and Governance. Prinsip-prinsip ini memperhitungkan pengaruh perusahaan lebih luas pada hal-hal seperti lingkungan, kesejahteraan karyawan, dan praktik bisnis yang etis, tidak hanya melihat kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. 

Jenis saham ini semakin populer, karena investor semakin memperhatikan dampak yang lebih luas dari investasi mereka. Seperti halnya, kami juga melihat kinerja saham ESG yang semakin mendorong investasi berdasarkan basis prinsip-prinsip ini. Lagi pula, siapa juga yang tidak ingin menghasilkan uang sambil membantu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik? 

Saham Blue Chip

Saham Blue Chip adalah nama yang diberikan untuk saham perusahaan yang mapan, dengan kapitalisasi pasar yang besar, rekam jejak kesuksesan yang sudah terbukti dan yang telah mengukuhkan diri mereka sebagai pemimpin pasar di industrinya. Misalnya nama-nama seperti Microsoft, Coca-Cola, Disney dan Johnson & Johnson. 

Saham blue chip biasanya juga merupakan saham dividen, dikarenakan fakta bahwa mereka telah mencapai jumlah pertumbuhan yang besar dan memiliki posisi yang baik untuk mendistribusikan sebagian dari pendapatan di antara pemegang saham mereka. 

Mengingat riwayat mereka yang memberikan pengembalian kepada investor, saham blue chip cenderung menjadi jenis saham yang paling diminati investor dan dihargai dengan sesuai. Mereka khususnya populer di kalangan investor konservatif yang memiliki selera risiko rendah karena mereka dilihat sebagai investasi yang lebih aman dan, mengingat posisi mereka yang mengakar di pasar masing-masing, kenyataannya memang ada risiko yang lebih rendah ketika berinvestasi di saham blue chip. 

Penny Stocks 

Di ujung lain spektrum saham blue chip, seperti namanya, penny stocks adalah adalah saham yang biasanya berharga kurang dari £1 /$1. 

Jenis saham ini biasanya berisiko tinggi dikarenakan fakta bahwa bisnis belum mapan di industri tertentu dan oleh karena itu memiliki risiko tinggi akan kegagalan. Anda harus berhati-hati jika mempertimbangkan investasi di penny stocks, jangan membuat kesalahan dengan berpikir bahwa Anda mendapatkan penawaran yang bagus karena mereka murah. Sering kali, saham penny murah karena alasan yang baik! 

Kesimpulan 

Sekarang Anda sudah lebih mengenal berbagai jenis saham paling umum, yang akan membantu Anda memahami lebih baik mengenai berbagai peluang investasi yang tersedia di luar sana. 

Banyak investor akan memilih gaya tertentu seperti value investing atau growth investing, dan membangun portofolio mereka berdasarkan pemikiran tersebut. Namun, ada alasan mengapa Anda perlu membatasi diri Anda ke dalam metode investasi tertentu. Setiap investor berbeda satu sama lain dan selain itu, diversifikasi portofolio merupakan salah satu cara paling efektif dalam mengelola risiko Anda.  

Ingatlah, apa pun jenis sahamnya, faktor paling penting dalam berinvestasi adalah melakukan penelitian secara menyeluruh tentang perusahaan sebelum mempertaruhkan modal Anda. 

Investasi atau Trading dengan Akun Demo Bebas Risiko

Sebagai investor pemula atau trader pemula, salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah melalui latihan. Dengan akun demo dari Admirals, Anda dapat berlatih trading atau investasi dalam kondisi pasar nyata menggunakan mata uang virtual sebelum melakukan transisi ke pasar live! Akun demo merupakan alat yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang ingin menguasai pasar keuangan. Klik banner di bawah untuk membuka akun demo Anda secara gratis hari ini: 

Akun Demo Bebas Risiko

Daftar akun demo online gratis dan kuasai strategi trading Anda

Artikel menarik lainnya untuk Anda:

Tentang Admirals 

Admirals adalah broker Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 6.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.

TOP ARTIKEL
Apa itu REIT?
Dana Investasi Real Estat (DIRE) atau dikenal juga sebagai REIT (Real Estate Investment Trust) adalah metode investasi yang terkenal pada pasar properti tanpa membeli real estat dalam bentuk fisik. Tapi apakah itu Dana Investasi Real Estat? Bagaimana cara kerjanya? Apakah kelebihannya? Dalam artikel...
Investasi Saat Inflasi Tinggi di Tahun 2023
Inflasi tahun 2023 mencapai level tertinggi yang tidak terlihat sejak 1970, mengakibatkan daya beli uang menurun. Satu-satunya cara untuk mengurangi dampak ini adalah dengan mencari peluang investasi di mana pengembalian lebih tinggi atau setara dengan laju inflasi.  Dalam artikel ini, ka...
Bursa Saham Asia: Shanghai Stock Exchange
Tahukah Anda bahwa setelah pandemi virus korona awal tahun 2020, pasar saham Asia seperti Shanghai Stock Exchange mencatat 18,02 juta investor baru? Itu berarti lebih dari 170 juta investor terlibat dalam membantu saham China melonjak ke rekor tertinggi.Ukuran China yang besar dan pengaruh yang meni...
Tampikan Semua