Apa Perbedaan Saham dan Obligasi?

Roberto Rivero
9 Menit baca

Saat mempertimbangkan peluang investasi, saham dan obligasi umumnya yang pertama muncul dalam benak orang. Meskipun keduanya digunakan untuk menghasilkan keuntungan, namun cara kerja mereka sangat berbeda.

Pada artikel ini, kami akan membantu Anda memahami lebih baik tentang dua jenis investasi, membahas perbedaan obligasi vs saham, dan menentukan investasi mana yang lebih tepat untuk Anda.

Saham

Membeli saham mirip dengan membeli sebagian, atau bagian, dari sebuah perusahaan, yang berarti bahwa, sebagai pemegang saham, Anda pada dasarnya adalah pemilik sebuah bagian dari perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, dalam hal saham, keberhasilan dan pengembalian hasil investasi Anda bergantung pada keberhasilan perusahaan. Semakin baik perusahaan, semakin baik pula investasi Anda. Tentu saja, berlaku sebaliknya.

Obligasi

Obligasi adalah dikenal juga sebagai instrumen "pendapatan tetap". Saat Anda membeli obligasi, Anda meminjamkan uang kepada entitas penerbit – baik perusahaan atau pemerintah – yang secara bersamaan mereka berjanji untuk membayar Anda kembali pada tanggal tertentu di masa depan, termasuk dengan bunga yang berlaku untuk sementara.

Lantas, perbedaan saham dan obligasi utama harus jelas – yaitu, dengan obligasi – jumlah pembayaran telah ditetapkan dari awal dan keberhasilan penerbit obligasi di masa depan tidak akan memengaruhi angka tersebut.

Namun, bukan berarti obligasi tidak memiliki risiko, hal tersebut adalah sesuatu yang nanti akan kita bahas lebih lanjut.

Webinar Trading Dengan Admiral Markets

Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang trading dan investasi? Mengapa tidak mendaftar untuk webinar trading? Sesi live ini, berlangsung setiap hari dari Senin hingga Jumat, trader berpengalaman membahas berbagai topik berbeda dan, bagian terbaiknya, mereka benar-benar gratis! Klik spanduk di bawah ini untuk melihat jadwal yang akan datang:

Webinar trading gratis

Bergabunglah dengan webinar live yang dibawakan oleh ahli trading kami

Obligasi vs Saham: Perbedaan Utama

Sekarang kita telah memiliki pemahaman saham dan obligasi yang cukup mendasar, apa perbedaannya dan mana yang lebih cocok untuk Anda?

Pendapatan vs Keuntungan Modal

Sementara tujuan kedua investasi mungkin sama – untuk menghasilkan keuntungan – saham dan obligasi mencapai hal ini dengan cara yang sangat berbeda; satu melalui pendapatan tetap dan reguler dan yang lainnya terutama melalui keuntungan modal.

Obligasi menghasilkan pendapatan bagi investor melalui pembayaran bunga, yang dikenal sebagai pembayaran kupon, yang ditetapkan pada awal jangka waktu obligasi. Pembayaran kupon ini dilakukan secara berkala sampai obligasi jatuh tempo; karena bergantung pada ketentuan yang bersangkutan. Setelah obligasi jatuh tempo, jumlah penuh obligasi yang semula dijual, itninya, dikembalikan kepada investor.

Banyak saham juga yang melakukan pembayaran secara rutin kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Tidak seperti kupon, pembayaran ini beragam dari satu periode ke periode lainnya dan mungkin terdapat yang tidak dibayarkan sama sekali. Umumnya, perusahaan muda yang bertumbuh dengan cepat cenderung tidak membayar dividen (atau bahkan membayar dividen yang lebih kecil), sedangkan perusahaan yang lebih besar dan lebih sukses bersedia melakukannya – bilamana mereka memperoleh keuntungan.

Agar investor mendapat keuntungan dari saham, mereka harus menjual saham mereka dengan harga lebih tinggi dari yang semula mereka bayarkan, atau untuk mengumpulkan dividen. Ini berarti - tidak seperti obligasi, yang memiliki tingkat keuntungan tetap - investor pasar saham tidak tahu sebelumnya secara pasti berapa banyak uang yang akan dihasilkan oleh investasi mereka untuk mereka, jika itu menghasilkan apa pun.

Dengan obligasi, terdapat batas yang telah ditentukan sebelumnya untuk mengatur berapa jumlah investasi awal Anda akan menghasilkan keuntungan. Dengan saham, secara teoritis, tidak mempunyai batas minimal untuk potensi pengembalian hasil Anda.

Utang vs Ekuitas

Ketika Anda membeli obligasi, Anda meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah, yang harus dilunasi bersama dengan bunga yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan cara ini, obligasi dapat dianggap seperti 'Surat Hutang' antara investor dan penerbit obligasi. Pemegang obligasi tidak memiliki pengaruh atas entitas peminjam atau saham apa pun dalam bisnis mereka - mereka hanya memberi pinjaman yang harus dilunasi.

Ini adalah area kunci lain pada perbedaan obligasi dan saham. Membeli saham di perusahaan berarti membeli ekuitas pada perusahaan; sebagai pemegang saham, Anda adalah pemilik bagian tersebut. Ini berarti bahwa - selain berbagi kesuksesan, atau kegagalan, perusahaan di masa depan - Anda juga biasanya menerima hak suara, yang memungkinkan Anda untuk memiliki pendapat tentang bagaimana perusahaan dijalankan.

Profil Risiko

Dalam perbedaan pertama antara saham dan obligasi, kami telah menjelaskan bahwa obligasi memiliki tingkat pengembalian tetap secara sementara, sedangkan saham tidak memiliki batas minimal besar potensi pengembalian hasilnya.

Namun, penting bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan obligasi vs saham sebagai pilihan investasi, untuk memahami bahwa keduanya memiliki profil risiko yang sangat berbeda. Dengan potensi pengembalian hasil yang lebih tinggi, saham juga cenderung memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.

Saham

Risiko yang terdapat jika berinvestasi dalam saham adalah, setelah Anda membelinya, harga saham akan turun. Penyebab utama hal ini terjadi adalah jika kinerja perusahaan buruk, tetapi juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor eksternal lain.

Misalnya, jika reputasi perusahaan ternoda oleh skandal, itu beroperasi di industri yang tidak populer atau mereka akan menjadi korban dari peraturan baru yang menyebabkan bisnis mereka terhambat.

Obligasi

Meskipun obligasi biasanya dilihat sebagai investasi "lebih aman" dibandingkan kedua lainnya, penting untuk diingat bahwa obligasi bukannya tidak memiliki risiko. Obligasi dapat membawa risiko karena transaksi yang gagal, dengan kata lain, risikoa bahwa penerbit obligasi tidak membayar kembali bunga mereka atau ketentuan yang telah disepakati.

Tingkat risiko obligasi sangat bergantung pada penerbit obligasi. Di salah satu ujung spektrum, Anda akan menemukan obligasi dengan tingkat investasi; obligasi yang diterbitkan oleh entitas dengan peringkat kredit tinggi dan oleh karena itu dianggap memiliki risiko yang rendah. Namun, obligasi ini juga akan memiliki tingkat bunga yang rendah.

Di ujung lain spektrum, Anda memiliki obligasi buangan; obligasi ini akan memiliki pengembalian yang lebih tinggi, tetapi diterbitkan oleh entitas dengan peringkat kredit rendah dan, oleh karena itu, membawa tingkat risiko yang lebih tinggi.

Namun, ketika menimbang besar risiko dan pengembalian hasil obligasi vs saham, Anda juga harus dipertimbangkan bahwa jika sebuah perusahaan dilikuidasi, pemegang obligasi akan diprioritaskan lebih dari pemegang saham saat mendistribusikan sisa dana.

Saham atau Obligasi? Atau Saham DAN Obligasi?

Jadi, mana yang lebih baik? Tidak ada jawaban nyata untuk pertanyaan ini terutama karena, seperti yang telah kita lihat, saham dan obligasi adalah dua instrumen yang sangat berbeda yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berbeda.

Obligasi berpotensi lebih cocok untuk investor yang memiliki penghasilan, sedangkan saham lebih cocok untuk investor yang menargetkan pertumbuhan.

Namun, mengenai soal saham atau obligasi itu belum pasti. Mayoritas investor yang sukses akan memberi tahu Anda bahwa portofolio yang sehat terdiri dari kepemilikan saham dan obligasi. Berinvestasi pada kelas aset yang berbeda memberi investor diversifikasi, yang merupakan bagian yang utuh dari pengelolaan risiko.

Cara Berinvestasi dalam Saham dan Obligasi Dengan Admiral Markets

Dengan akun Invest.MT5 dari Admiral Markets, Anda dapat berinvestasi pada lebih dari 4.300 saham dari 15 bursa saham terbesar di dunia!

Selain itu, akun Invest.MT5 juga memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam berbagai ETF obligasi (Exchange-Traded Funds). ETF obligasi mengumpulkan uang investor untuk berinvestasi secara eksklusif dalam obligasi, yang artinya dengan satu investasi, Anda dapat memperoleh eksposur ke berbagai obligasi.

Untuk berinvestasi dalam saham dan obligasi dengan Admiral Markets, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Daftar akun Invest.MT5
  2. Unduh dan buka platform trading MetaTrader 5
  3. Tekan Control + U untuk membuka jendela Symbols, seperti di bawah ini. Dari sini, Anda dapat mencari ETF saham atau obligasi. Setelah Anda menemukan apa yang Anda cari, tekan 'Show Symbol' dan 'OK'.
Sumber: Admiral Markets MetaTrader 5 - Simbol 

 

  1. Cari simbol di 'Market Watch' pada sisi kiri layar, klik kanan pada bagian atas dan klik 'Chart Window' untuk membuka grafik harga.
  2. Pilih 'Order Baru' dari bagian atas layar untuk membuka jendela pesanan. Isi berapa banyak saham yang ingin Anda beli bersama dengan stop loss dan take profit jika diinginkan. Kemudian klik 'Beli' untuk mengirim pesanan Anda ke pasar.

Sumber: MetaTrader 5 Admiral Markets – Grafik Harian Apple Inc. – Order Baru. Rentang Tanggal: 15 Juli 2020 – 20 September 2021. Tanggal Pengambilan: 20 September 2021. Kinerja masa lalu tidak menjadi indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan. 

 

Mengapa Berinvestasi Dengan Admiral Markets? 

Selain dapat berinvestasi pada lebih dari 4.300 saham dan lebih dari 300 ETF dari 15 bursa saham terbesar di dunia, pemegang akun Invest.MT5 juga akan mendapatkan manfaat lain yaitu:

  • Kemampuan untuk membuka akun dengan setoran minimum hanya €1
  • Komisi rendah dan tidak terdapat biaya pengelolaan akun
  • Penggunaan gratis platform trading multi-aset nomor satu di dunia, MetaTrader 5
  • Akses eksklusif ke portal Analisis Premium kami, tempat Anda akan menemukan berita pasar, sentimen, dan wawasan teknis terbaru
  • Analisis secara mendasar dan teknikal reguler, serta akses ke berbagai artikel pendidikan tanpa biaya tambahan!

Untuk membuka akun hari ini, klik spanduk di bawah ini:

Investasi di berbagai instrumen top dunia

Ribuan saham dan ETF ada di ujung jari Anda

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah pialang Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

***

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.

 

TOP ARTIKEL
Investasi Saat Inflasi Tinggi di Tahun 2022
Inflasi tahun 2022 mencapai level tertinggi yang tidak terlihat sejak 1970, yang mengakibatkan daya beli uang menurun. Satu-satunya cara untuk mengurangi dampak ini adalah dengan menginvestasikan uang Anda di mana pengembalian lebih tinggi atau setara dengan laju inflasi. Dalam artikel ini, ka...
Bagaiaman Cara Membeli Saham Tesla?
Ketika dunia menjadi semakin peduli terhadap lingkungan, minat terhadap investasi hijau telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu perusahaan menonjol yang diuntungkan dari peningkatan minat ini adalah produsen mobil listrik Tesla. Para investor pun berbondong-bondong mencari ta...
Berinvestasi di Saham Facebook 2022 - Cara Beli Saham Facebook
Pernahkah Anda berpikir untuk membeli saham Facebook di bursa saham? Ingin belajar bagaimana berinvestasi di Facebook dengan membeli saham di Facebook Inc.?Maka artikel ini dibuat untuk Anda!Sepanjang artikel ini kami akan memberi tahu Anda apa itu saham Facebook dan bagaimana Anda bisa membeli saha...
Tampikan Semua