Short Selling: Pengertian, Cara Kerja & Strategi

Jitanchandra Solanki
26 Menit baca

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari semua yang perlu Anda ketahui tentang short selling. Pengertian short selling, cara kerja short selling, mengapa melakukan transaksi short selling pada trading CFD saham, cara melakukan short selling pada CFD saham, saham terbaik untuk transaksi short selling, dan pasar-pasar keuangan yang sesuai untuk transaksi short selling!

Apa Itu Short Selling?

Short selling adalah transaksi trading pada pergerakan bearish, atau negatif pasar pada suatu aset. Short selling merupakan kebalikan dari membeli rendah dan menjual tinggi. Pada transaksi short selling, Anda berharap mendapatkan keuntungan dari perubahan aset dengan menjual tinggi dan membeli rendah.

Ketika pasar bergerak naik, maka metode konvensional 'beli rendah dan jual tinggi' dapat berjalan dengan baik. Jika Anda membeli saham di Perusahaan 'ABC' seharga $100 dan kemudian menjualnya seharga $150, maka keuntungan bersih setelah dikurangi komisi atau bunga adalah sebesar $50. Namun, apa yang terjadi ketika pasar tidak bergerak naik dan sebaliknya pasar bergerak turun? Di sinilah saat transaksi short selling dilakukan.

Jika Anda membeli saham perusahaan ABC dan nilainya turun menjadi $50, maka Anda dapat kehilangan uang saat menjualnya. Namun short selling memungkinkan Anda untuk mengambil untung di pasar saham terlepas dari arah pergerakan naik dan turun pasar. Selama pasar terus bergerak di arah yang Anda harapkan, posisi jual Anda akan dapat menghasilkan keuntungan bagi Anda.

Mari kita lanjutkan dengan contoh short selling saham dari Perusahaan ABC. Jika misalnya Anda yakin harga saham perusahaan tersebut akan turun, maka daripada Anda akan membuka posisi 'beli', sebaliknya Anda akan membuka posisi 'jual' pada saham Anda.

Sederhananya, jika Anda membuka posisi trading di harga $100 dan harga Perusahaan ABC jatuh ke harga $50, maka Anda kemudian akan mendapatkan keuntungan sebesar $50 dari perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan saham.

Sebelum kita melihat beberapa alasan mengapa short selling cocok dilakukan untuk saham dan beberapa jenis aset lainnya, mari terlebih dahulu kita pelajari cara kerja short selling, dan bagaimana Anda dapat melakukan transaksi short selling pertama Anda.

Zero to Hero adalah kursus online GRATIS yang mengajarkan Anda cara trading pasar keuangan online, mulai dari pengaturan hingga eksekusi, hanya dalam 21 hari!

Zero to Hero

Belajar trading dalam 20 hari, mulai dari persiapan hingga eksekusi

Cara Kerja Short Selling

Salah satu pertanyaan terbesar yang dimiliki trader baru ketika ingin melakukan transaksi short selling adalah, bagaimana Anda dapat menjual sesuatu yang tidak Anda miliki?

Untuk transaksi short selling tradisional, seorang trader biasanya dapat memulai dengan meminjam saham dari akun broker. trader kemudian akan menjual saham ini di pasar terbuka dengan harga yang lebih rendah.

Namun, tujuan dari trader short selling adalah untuk kemudian membeli kembali saham tersebut dengan harga yang akan turun lebih rendah, dan mengembalikan saham yang dipinjam kepada broker. Mereka kemudian akan mengantongi perbedaan antara harga jual awal saham dan biaya membelinya kembali sebagai keuntungan.

Rumus Perhitungan Short Selling

Rumus perhitungan short selling relatif sederhana. Secara standar, broker online selalu menunjukkan keuntungan atau kerugian bersih di platform trading. Semakin rendah harga pembelian kembali saham Anda dibandingkan harga jual Anda, maka semakin banyak uang yang diperoleh. Dengan kata lain, semakin rendah harga saham yang dijual, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk membuat keuntungan yang besar.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

(Harga Jual - Harga Beli) x Jumlah aset - Biaya Transaksi = Keuntungan

Berikut ini rincian setiap bagian dari rumus

  • Harga jual = Harga di mana trader menjual sekuritas keuangan
  • Harga beli = Harga di mana trader menebus sekuritas yang dijual
  • Jumlah aset = Jumlah aset yang dijual oleh trader
  • Biaya transaksi = Komisi broker

Jika hasil dari rumus ini adalah:

  1. Positif: trader memperoleh keuntungan.
  2. Negatif: trader memperoleh kerugian.

Contoh Short Selling

Mari kita asumsikan bahwa seorang trader mengambil posisi jual 100 saham Perusahaan ABC seharga $20 per saham. Setelah jangka waktu tertentu, harga saham menurun menjadi $10, dan trader kemudian memutuskan untuk membeli kembali saham. Maka, keuntungan dari short selling tersebut adalah sebesar $1.000 setelah dikurangi komisi dan bunga.

($20 - $10) x 100 = $1.000

Namun, apa yang akan terjadi jika saham naik setelah trader melakukan short selling? Katakanlah saham Perusahaan ABC naik menjadi seharga $50 per saham dan trader memutuskan untuk memotong kerugian mereka. Dalam hal ini, kerugian trader adalah $3.000 [($50 - $10) x 100], setelah dikurangi komisi dan bunga yang harus mereka bayar untuk menempatkan posisi tersebut.

Seperti yang Anda lihat pada contoh ini, kerugian trader adalah lebih besar daripada modal yang diinvestasikan. Investasi awal adalah $2.000 ($20 x 100 saham), dan kerugiannya adalah sebesar $3.000. Hal ini juga adalah yang harus diperhatikan sebagai risiko utama short selling, kerugian tak terbatas. Secara teoritis, tidak ada batas atas harga saham, maka kerugian maksimum short selling juga tidak terbatas.

Namun, ada produk yang dapat membantu trader short selling untuk meminimalkan risiko ini. Apakah Anda tahu bahwa adalah mungkin untuk mempraktekkan strategi short selling tanpa harus membahayakan modal Anda? Dengan akun trading demo Admirals, para trader profesional dapat menguji strategi short selling mereka dan menyempurnakannya tanpa mempertaruhkan uang mereka.

Trading dengan akun demo bebas risiko

Berlatih trading dengan dana virtual

Mengapa Melakukan Short Selling dengan CFD?

CFD atau Contract for Differences memungkinkan trader untuk berspekulasi tentang pergerakan naik dan turunnya pasar tanpa harus memiliki aset yang mendasarinya. Pada dasarnya, CFD adalah sebuah kontrak antara dua pihak, yakni trader dan broker. Pada akhir kontrak, kedua pihak bertukar selisih antara harga saham pada saat mereka masuk dan keluar dari trading.

Dalam CFD, ketimbang melakukan investasi saham secara tradisional, trader membayar perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan saham, atau instrumen yang mereka perdagangkan. Kesederhanaan untuk masuk dan keluar posisi pada trading CFD dibandingkan jenis trading lain, hanyalah salah satu alasan mengapa CFD short selling pada saham menjadi sangat populer.

Namun, bukan berarti hal itu adalah mudah, walaupun tentu saja ada beberapa manfaat dari trading CFD seperti berikut:

  • Leverage - trader ritel dapat menempatkan posisi trading lima kali lipat dari saldo akun dan dua puluh kali lipat untuk trader profesional.
  • Trading ke segala arah - membeli atau menjual, tidak ada biaya tambahan untuk transaksi short selling.
  • Alat manajemen risiko canggih - gunakan perintah stop loss dan take profit untuk meminimalkan risiko trading Anda.
  • Akses pasar saham secara global - trading CFD Saham AS, Eropa, dan Inggris

Memiliki pilihan produk yang terjangkau Anda sangat penting bagi trader yang ingin terlibat dalam trading pasar global. Dengan Admirals, ada beberapa opsi berbeda yang tersedia untuk investasi dan trading melaui CFD saham, ETF dan berbagai jenis instrumen lainnya.

Admirals memiliki berbagai jenis akun dari Trade.MT4, Zero.MT4, dan Trade.MT5 memungkinkan trader untuk melakukan trading CFD mata uang, mata uang kripto, saham, obligasi, dan masih banyak lagi! Jika Anda ingin mengetahui setiap opsi secara terperinci, pastikan untuk membaca halaman jenis akun yang ditawarkan Admirals, juga untuk melihat detail semua instrumen trading yang tersedia untuk setiap akun, leverage tersedia, dan informasi penting lainnya.

Sederhananya, dengan akun trading CFD Admirals, Anda dapat berspekulasi tentang naik dan turunnya harga berbagai instrumen keuangan. Admirals menawarkan fleksibilitas yang berbeda kepada para trader dalam melakukan trading pada pasar keuangan .

Apakah Anda siap untuk melakukan short selling pertama Anda? Anda dapat memulai trading pertama Anda hari ini di sini!

Trading Forex & CFD

Dapatkan akses ke lebih dari 40 CFD pasangan mata uang, 24/5

Bagaimana Cara Melakukan Short Selling Saham?

Berkat platform trading virtual, short selling pasar jadi mudah dilakukan. Kuncinya adalah untuk Anda memiliki platform trading yang tepat. Misalnya, memiliki platform trading MetaTrader 5 yang dilengkapi dengan plugin MetaTrader Supreme Edition memungkinkan Anda untuk melakukan trading CFD Saham AS, Eropa, dan Inggris dengan dilengkapi fitur-fitur platform canggih.

Sumber: Admirals Supreme Edition MT5 - #AAPL, Grafik Mingguan - Rentang Data: 2 Oktober 2018 - 24 Januari 2020. Tanggal Diambil: 24 Januari 2020. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Grafik di atas menampilkan saham Apple. Platform MT5 Supreme Edition memungkinkan trader untuk melihat data harga historis harga saham, serta memberikan kemampuan untuk menggunakan berbagai indikator trading secara gratis guna membantu pengambilan keputusan trading. Platform ini juga memiliki fitur 'Terminal Mini' untuk dapat memilih parameter trading Anda.

Untuk mengakses kemudahan trading di platform MetaTrader, cukup klik banner di bawah ini untuk mulai download platform secara GRATIS!

Platform multi-aset utama dunia


Untuk melakukan order short selling, cukup klik tombol 'Jual', di mana Anda juga dapat menambahkan order stop loss dan take profit. Order stop loss dan take profit dapat membantu trader untuk keluar dari posisi mereka di tingkat harga yang telah ditentukan, baik untuk menghindari kerugian maupun mengambil keuntungan.

Cara Melakukan Short Selling di MT5

  1. Buka akun demo atau trading live dengan Admirals.
  2. Download dan instal MetaTrader 5 secara gratis.
  3. Buka platform MetaTrader 5 dan masuk menggunakan rincian akun demo atau akun live Anda.
  4. Di jendela 'Market Watch', klik dua kali pada aset short selling pilihan Anda.
  5. Tambahkan volume dan opsi stop loss dan take profit, lalu klik 'Sell by Market',

Apakah Anda lebih memilih untuk melakukan trading di MetaTrader 4? Berita baiknya adalah, prosesnya sama persis! Jika Anda masih baru di platform trading MetaTrader, maka Anda dapat melihat cara kerjanya secara lebih datil melalui video di bawah ini:

Cara Melakukan Short Selling di MetaTrader Supreme Edition

  1. Masuk ke akun trading Anda
  2. Di jendela 'Navigator', ekspansi pilihan 'Expert Advisors' dan pilih 'Admiral - Mini Terminal'.
  3. Seret 'Admiral - Mini Terminal' ke grafik instrumen trading pilihan Anda.
  4. Tambahkan volume trading Anda, dan opsi trailing stop, stop loss dan take profit.
  5. Kemudian klik 'Sell'.
Sumber: AC CFD, Grafik M5, MetaTrader 5 Supreme Edition Admirals, 26 November 2018.

Namun, sebelum Anda memulai Anda harus mengetahui sebelumnya, saham mana yang cocok dan memiliki potensi untuk transaksi short selling, oleh karena itu mari kita lihat cara mengetahuinya:

Kapan Waktu Terbaik Untuk Short Selling?

Sayangnya, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Namun, ada beberapa skenario di mana saham dapat terbukti menguntungkan untuk transaksi short selling, berikut adalah tiga skenario di mana saham dapat memiliki potensi transaksi short selling dalam trading:

# 1. Kehancuran finansial

Masihkah Anda ingat terhadap kehancuran finansial tahun 2008 atau gelembung teknologi pada tahun 2000? Kehancuran finansial memang bisa terjadi, meskipun tidak sesering yang Anda bayangkan. Namun, short selling adalah tentang persiapan, jadi jika hal itu terjadi, maa Anda tahu apa yang harus Anda lakukan.

# 2. Skandal perusahaan

Skenario ini terjadi lebih sering daripada kehancuran finansial. Masih ingatkah Anda terhadap skandal emisi diesel Volkswagen pada tahun 2015?

Sumber: Admirals MT5 Supreme Edition - Grafik Bulanan #VOW . Rentang Data: 1 Mei 2012 - 24 Januari 2020. Tanggal Diambil: 24 Januari 2020. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

 Kotak yang disorot dengan warna kuning menampilkan grafik bulanan penurunan harga saham Volkswagen selama skandal emisi diesel terjadi. Penurunan tajam menghapus kenaikan harga selama tiga tahun. Memiliki platform dan produk yang tepat untuk dapat melakukan transaksi short selling pada pasar keuangan dapat menjadi bermanfaat daam kasus seperti ini tergantung pada strategi trading Anda .

# 3. Kesalahan Perkiraan Pendapatan

Setiap kuartal, perusahaan publik merilis laporan pendapatan mereka. Analis memberikan perkiraan mereka tentang perkiraan pendapatan dan pendapatan per saham pada laporan tersebut. Jika hasil akhir meleset terhadap laporan perkiraan tersebut, maka hal tersebut dapat menyebabkan beberapa trader menjual saham mereka. Setelah sebuah perusahaan memiliki rangkaian laporan pendapatan yang buruk, maka perusahaan dapat mulai menunjukkan fitur tren turun.

Sumber: Admirals Supreme Edition MT5 - Grafik Mingguan #AA - Rentang Data: 1 Januari 2017 - 24 Januari 2020. Tanggal Diambil: 24 Januari 2020. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Tangkapan layar di atas adalah grafik Alcoa, produsen aluminium terbesar keenam di dunia. Setelah mengalami kenaikan harga yang besar pada tahun 2017, pada pertengahan tahun 2018 terlihat titik di mana harga saham mulai turun. Memiliki fleksibilitas untuk berpartisipasi dalam sisi positif dan negatif menempatkan para trader di posisi yang menguntungkan pada aktivitas pasar. Terkadang seorang trader ingin berpartisipasi dalam melakukan short selling pada pasar, daripada memiliki saham secara individu. Ini juga adalah keuntungan lain dari short selling dengan CFD.

Dengan akun Trade.MT5 dari Admirals, Anda dapat melakukan trading CFD) di lebih dari 2.500 saham! CFD memungkinkan trader untuk meraih keuntungan dari naik dan turunnya harga dengan membuka posisi long dan short. Lebih dari itu, CFD juga mendapat manfaat dari penggunaan leverege!

CFD Saham dan ETF

Trading CFD Saham dan ETF dengan Admirals

Jenis Pasar Untuk Short Selling

Dengan Admirals Anda dapat melakukan transaksi short selling atau mengambil keuntungan pergerakan bearish dari banyak aset. Jadi, aset apa sajakah yang dapat Anda pilih untuk transaksi short selling? Berikut ini adalah beberapa contohnya:

Saham AS Paling Populer Untuk Short Selling

Di bawah ini adalah daftar saham AS paling populer untuk diperdagangkan dengan Admirals, selama bulan September 2019:

  • Disney: 47,44%
  • Apple: 14,37%
  • Netflix: 10,49%
  • Facebook: 10,29%
  • Tesla: 5,27%
  • Alibaba: 4,06%
  • Twitter: 2,81%
  • Microsoft: 1,85%
  • Amazon: 1,51%
  • Deutsche Bank: 1,46%

Short Squeeze: Metode Short Selling Lainnya

Tekanan di pasar saham dapat terjadi ketika harga saham turun secara tajam dan cepat setelah pengumuman ekonomi yang merugikan. Secara grafis, hal ini sering terjadi setelah penembusan pada support atau angka pembalikan sebagai sinyal jual.

Investor yang cerdas dapat mengambil keuntungan dari penurunan ini dengan membeli saham dengan harga lebih murah secara massal.

Harga kemudian umumnya dapat dengan cepat bangkit kembali, yang akan menjebak trader dengan kerugian. Efek ini dapat diperburuk oleh likuiditas dan masuknya order pembelian dari transaksi short selling, karena semua trader ingin melakukan pembelian.

Volkswagen: Short Squeeze Terbesar Sepanjang Masa

Pada tahun 2008, sektor otomotif mengalami pukulan besar karena efek tidak langsung dari krisis subprime. Pengelola investasi dan spekulator menargetkan saham bergerak ke bawah pada sektor ini, dan Volkswagen adalah contoh ideal untuk tren ini.

Sumber: Admirals Supreme Edition MT5 - Grafik Harian #VOW - Rentang Data: 8 Juli 2008 - 21 April 2009. Tanggal Diambil: 24 Januari 2020. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Dari tanggal 17 hingga 24 Oktober 2008, saham Volkswagen turun lebih dari 50%. Kemudian selama dua hari trading berikutnya (27 dan 28 Oktober 2008), saham Volkswagen tiba-tiba naik dari harga €200 menjadi €1000, peningkatan yang eksponensial lebih dari 400%!

Pemantulan harga (rebound) spektakuler ini terjadi akibat penguatan saham Porsche sebagai bagian dari Volkswagen dari 35 menjadi 42,6%, dan penahanan opsi panggilan (call option) hingga 31,5%. Dengan demikian, partisipasi Porsche menjadi sebesar 74,1%. Negara bagian Jerman, Lower Saxony tetap mempertahankan kepemilikannya atas 6% dari saham kendaraan yang tersedia di pasar.

Ketika spekulan mendengar berita ini dan melihat skenario bearish berubah menjadi kerugian mereka, mereka bergegas membeli untuk membatasi kerugian mereka. Namun karena ada begitu sedikit saham di pasar, hal ini menyebabkan tekanan singkat atau short squeeze terbesar dalam sejarah pasar saham.

Tanpa mengabaikan dampak emosional para trader short selling, fenomena sementara ini hanya berlangsung beberapa hari. Seringkali, hal ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan pada tren pasar yang mendasarinya.

Hanya dengan beberapa klik, Anda dapat mulai trading saham dengan akun Admirals! Klik spanduk di bawah ini untuk memulai.

Investasi di berbagai instrumen top dunia

Ribuan saham dan ETF ada di ujung jari Anda

Strategi Short Selling

Strategi transaksi short selling pada dasarnya bersifat spekulatif dalam jangka pendek dan menengah. Keuntungan maksimum yang tersedia untuk trader short selling setara dengan harga aset pada saat posisi trading dibuka.

Untuk mendapatkan keuntungan, penting untuk mengikuti sebuah strategi yang tepat. Di bawah ini kami akan membagikan strategi short selling untuk CFD DAX40, serta cara menggunakan analisis teknis untuk short selling saham dan instrumen lainnya dengan sukses.

Strategi Short Selling CFD DAX40

Untuk mendapatkan keuntungan, penting untuk mengikuti sebuah strategi yang tepat. Di bawah ini kami akan membagikan strategi short selling untuk CFD DAX40, serta cara menggunakan analisis teknis untuk short selling saham dan instrumen lainnya dengan sukses.

Sumber: DAX40 CFD, Grafik M5, MT5 Admirals, 26 November 2018.

Strategi trading short selling dasar untuk CFD saham DAX 30 dimulai dengan mengikuti kalender ekonomi dan indikator sentimen pasar ZEW.

Indeks Jerman umumnya bereaksi positif terhadap publikasi indeks ZEW. Jika nilai ZEW yang dipublikasikan lebih rendah dari nilai yang digambarkan oleh analis pasar, Anda dapat mengantisipasi penurunan harga DAX40 dan menempatkan transaksi short selling.

Short Selling dengan Analisis Teknis

Salah satu strategi short selling yang paling umum digunakan dalam analisis teknis adalah untuk membuka trading setelah konfirmasi breakout pergerakan bearish pada garis tren naik.

Strategi kedua short selling adalah untuk mengidentifikasi pola pembalikan (flip) ke bawah seperti shoulder-head shoulder atau double-top. Untuk meningkatkan peluang keuntungan, Anda dapat menggabungkan breakout bearish pada garis bullish dengan pola flip.

Strategi short selling ketiga adalah menggunakan perbedaan harga dengan moving average. Misalnya, Anda menggunakan rata-rata bergerak periode 50 dan 200 hari (MM50 dan MM200).

  • Jika MM200> MM50, cenderung bearish, MM200 memainkan peran resistance. Penurunan sementara pada MM200 akan menjadi potensi keuntungan dari penurunan aset keuangan yang lebih dalam.
  • Jika MM50> MM200, cenderung bullish, MM200 memainkan peran support. Posisi jual pada MM50 akan menjadi potensi untuk menargetkan sasaran pada MM200 dengan kepastian pergerakan bullish.
Sumber: Admirals MT5 Supreme Edition  - Grafik Per Jam #USDJPY - Rentang Data: 2 17 Desember 2019 - 24 Januari 2020. Tanggal Diambil: 24 Januari 2020. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Setelah Anda selesai membaca, lebih bagi lagi jika Anda memverifikasi apa yang telah Anda pelajari dengan berlatih. Dengan Admirals, Anda bisa berlatih strategi trading di akun demo bebas risiko. Namun, jika Anda sudah siap trading di langsung di pasar, klik banner di bawah untuk membuka akun live hari ini!

Trading Forex & CFD

Dapatkan akses ke lebih dari 40 CFD pasangan mata uang, 24/5

Cara Melindungi Diri dari Risiko Short Selling

Transaksi short selling bisa menimbulkan risiko, namun ada tiga cara sederhana untuk melindungi diri Anda dari kemungkinan risiko yang ada:

  1. Menempatkan Stop Loss pada order
  2. Gunakan alat perlindungan volatilitas
  3. Pilih broker dengan perlindungan saldo negatif

Menggunakan stop loss adalah cara termudah untuk melindungi diri Anda. Stop loss memungkinkan Anda untuk menentukan terlebih dahulu risiko kerugian maksimum yang dapat Anda toleransi pada posisi trading Anda. Stop loss adalah alat trading yang berguna untuk melindungi juga terhadap risiko slippage dan gap pada pasar saham.

Metode lain untuk mengurangi risiko slippage dan volatilitas yang berlebihan adalah dengan memanfaatkan alat perlindungan volatilitas yang ditawarkan Admirals. Perlindungan volatilitas penting dapat melakukan eksekusi order stop dan order pasar sebagai order limit dengan slippage maksimum yang telah ditentukan. Hal ini memberikan trader kemungkinan untuk untuk memasuki pasar dengan risiko terbatas dan keuntungan tambahan potensial tak terbatas.

Tentukan standar slippage maksimum yang dapat diterima dari 1 hingga 1000 poin per akun di halaman Pengaturan Akun di Dashboard Admirals Anda. Ketika stop order terpicu atau permintaan pasar diterima, maka limit order akan ditempatkan sebagai gantinya pada harga yang kurang menguntungkan dengan jumlah poin yang telah ditentukan.

Limit order seperti ini ditempatkan saat ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya dipenuhi, sehingga order ini hanya dapat dieksekusi dengan slippage positif atau nol atau order akan dibatalkan. Oleh karena itu, slippage maksimum dari titik stop awal atau market order terbatas pada jumlah poin yang telah ditentukan, sementara slippage positif dari order limit yang dihasilkan bisa tidak terbatas.

Untuk lebih melindungi pelanggannya, Admirals juga menawarkan Kebijakan Perlindungan Saldo Negatif. Jika akun Anda karena perihal apapun masuk ke dalam saldo negatif, maka akun Anda akan secara otomatis diatur ulang kepada €0. Anda tidak akan mengambil risiko kehilangan lebih dari modal awal Anda.

Short Selling dan Dividen

Penjual tidak dapat menarik dividen pada posisi sekuritas yang mereka pertahankan.

Hal ini bukanlah risiko, namun konsekuensi logis. Selama posisi terbuka short seling saham, trader tidak mendapatkan keuntungan dari distribusi dividen. Hal ini dikarenakan mereka sebenarnya tidak memiliki saham, melainkan memporelahnya atas pinjaman dari broker terkait. Dividen diuangkan oleh pemberi pinjaman, yang merupakan pemilik sebenarnya dari saham.

Mengapa Short Selling Dapat Dibatasi

Dapat terjadi bahwa pasar atau badan pengawas tertentu dapat membatasi short selling saham atau mungkin hanya pada saham tertentu. Pembatasan short selling pada umumnya dilakukan untuk melindungi perusahaan dan mencegah penyalahgunaan oleh spekulan yang tidak bermoral. Ada banyak alasan mengapa short selling dapat dibatasi, tetapi alasan utama hal itu terjadi adalah karena alasan dan faktor ekonomi.

Pembatasan Short Selling untuk Alasan Ekonomi

Ketika terlalu banyak spekulan secara melakukan short selling terhadap suatu saham, maka harga saham suatu perusahaan dapat runtuh. Investor yang mencari investasi jangka panjang dapat menjadi skeptis terhadap saham, dan mungkin juga memutuskan untuk menjual saham mereka, yang akan mengakibatkan spiral bearish dari saham yang bersangkutan.

Efek domino ini dapat merusak penilaian pasar saham suatu perusahaan.

Untuk perusahaan yang bersangkutan ada kepentingan nyata yang dipertaruhkan: penolakan pinjaman untuk membiayai arus kasnya dan pemasoknya dapat menolak fasilitas pembayaran karena takut perusahaan tidak mampu membayar.

Risikonya adalah bahwa perusahaan yang layak secara ekonomi dan yang menyediakan pekerjaan akan bangkrut atau mengalami kesulitan hanya karena saham mereka telah menarik perhatian terlalu banyak trader short selling secara bersamaan.

Peraturan Perlindungan Short Selling Otoritas Keuangan

Untuk memitigasi risiko yang ditimbulkan oleh short selling pada perusahaan, otoritas pasar keuangan telah mengadopsi aturan ketat.

Perlindungan utama terhadap spekulan short selling adalah broker dan perantara keuangan yang melakukan transaksi antara trader, yang meminjam sekuritas, dan pemberi pinjaman, yang meminjamkan sekuritasnya kepada trader. Regulator akan mewajibkan broker untuk memiliki persentase dari sekuritas yang dipinjamkan.

Sebagai contoh, jika seorang trader ingin menjual 100 saham Total SA, SEC mungkin mengharuskan broker yang disini bertindak sebagai perantara untuk memegang setidaknya 70% dari saham, (yaitu 70 Total saham SA).

Aturan perlindungan kedua yang digunakan oleh regulator adalah kewajiban untuk mempublikasikan posisi short selling yang disimpan dalam portofolio. Setelah Anda menjual lebih dari persentase tertentu dari saham perusahaan, Anda harus memberi tahu regulator dan mengumumkan posisi Anda kepada publik. Di Prancis, AMF menetapkan ambang ini sebesar 0,5% dari modal perusahaan, sementara SEC AS tidak memiliki batasan seperti itu.

Dengan Admirals, Anda dapat mengakses GRATIS serangkaian artikel edukasi yang siap membantu perjalanan trading Anda.

Trading di pasar dengan percaya diri

Sumber daya edukasi eksklusif untuk semua trader

Bagaimana Short Selling Dapat Menyeimbangkan Pasar Saham?

Ada sejumlah argumen yang mendukung short selling ketika dikaitkan dengan kesehatan pasar. Hal tersebut adalah:

  • Short selling secara alami mengatur pasar saham
  • Short selling membawa likuiditas ke pasar keuangan
  • Short selling sebagai peringatan pertama untuk mendeteksi penipuan

Pendukung short selling menyoroti peran aktivitas short selling sebagai regulator pasar alami. Ketika pasar mengalami periode panjang kenaikan tanpa gangguan, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan pasar, dan aset secara artifisial dinilai terlalu tinggi. Short selling adalah cara alami untuk mengurangi aset ke nilai sebenarnya dengan spekulan membebani harga aset.

Ilustrasi sempurna dari mekanisme pengaturan alami ini adalah keinginan pemerintah China untuk memperluas short selling di pasar saham, di mana banyak saham dinilai terlalu tinggi karena kurangnya transparansi dan komunikasi. Penilaian lebih tinggi terhadap perusahaan sama berbahayanya bagi dirinya sedniri dan pemegang sahamnya dalam jangka panjang dengan penilaian lebih rendah.

Short selling juga menyediakan likuiditas di pasar yang tidak likuid secara alami. Likuiditas sangat penting untuk menarik investor, karena likuiditas menjamin investor untuk dapat menjual kembali hak mereka pada saat yang diinginkan. Secara historis, short selling lebih efektif daripada alat trading apa pun yang tersedia untuk regulator hari ini untuk menarik likuiditas ke pasar.

Hal ini dikarenakan short selling membawa risiko yang signifikan dan trader hanya melakukannya setelah analisis menyeluruh terhadap perusahaan. Analisis lengkap tidak hanya terhadap angka-angka, namun juga mendeteksi anomali dalam perilaku bisnis atau angka keuangan para trader yang ditempatkan secara besar-besaran pada posisi jual.

Peristiwa inilah yang kemudian mendorong regulator dan otoritas publik untuk menaruh perhatian kepada penjual dan perusahaan yang mengalami kejatuhan. Dengan demikian, keberadaan penipuan dengan konsekuensi bencana jangka panjang dapat diperbarui dan dihentikan berkat short selling.

Salah satu contoh sederhana adalah pada kasus Herbalife, sebuah perusahaan farmasi yang produknya mengandung hingga 10 kali lipat jumlah kandungan maksimum yang diijinkan, memiliki konsekuensi kesehatan yang serius bagi konsumen.

Pihak berwenang tidak tertarik untuk menyelidiki perusahaan secara menyeluruh karena keluhan dari konsumen, namun karena beberapa dana lindung nilai mengetahui fakta tersebut dan mendorong nilai turun secara besar-besaran di pasar, pihak berwenang kemudian karenanya memperdalam penyelidikan mereka dan menemukan penipuan internal yang terjadi secara besar-besaran.

Kesimpulan: Short Selling

Short selling pada suatu aset dilakukan saat pergerakan bearish terjadi pada harga aset. Dalam hal ini, trader percaya bahwa harga akan jatuh. trader mungkin mempertimbangkan untuk melakukan short selling pada pasar karena potensi kehancuran finansial atau kesalahan perkiraan pendapatan atau mungkin hanya dikarenakan skenario tren turun sederhana.

Metode tradisional untuk short selling saham adalah dengan meminjam saham, dan kemudian menjualnya di pasar terbuka, membelinya kembali ketika harga jatuh. Namun, sekarang ada produk yang lebih sederhana seperti CFD saham yang memungkinkan trader untuk berspekulasi pada harga naik atau turun tanpa harus memiliki saham.

Platform seperti MetaTrader 5 dan add-on seperti plugin MetaTrader 5 Supreme Edition (MTSE) dengan fitur trading canggih dapat membantu trader dalam proses pengambilan keputusan mereka.

Selain itu, dengan akun trading demo, Anda dapat berlatih melaukan short selling pada beberapa kelas aset seperti CFD Saham, CFD Forex, CFD Indeks, dan CFD Komoditas. Dengan akun ini Anda dapat mempelajari dan mempraktekkan strategi short selling dalam lingkungan bebas risiko serta mengasah keterampilan trading Anda tanpa menempatkan modal Anda dalam risiko, sampai Anda siap untuk melakukannya.

Untuk memulai perjalanan trading Anda, klik banner di bawah ini dan unduh MTSE secara GRATIS!

MetaTrader Supreme Edition eksklusif

Unduh suite plugin paling kuat untuk trading platform favorit Anda!

Tanya Jawab Seputar Short Selling

Apa itu short selling?

Short selling adalah transaksi trading pada pergerakan bearish atau negatif pasar pada suatu aset. Short selling merupakan kebalikan dari membeli rendah dan menjual tinggi. Pada transaksi short selling, Anda berharap mendapatkan keuntungan dari perubahan aset dengan menjual tinggi dan membeli rendah.

Mengapa melakukan short selling saham dengan CFD?

CFD memungkinkan trader untuk berspekulasi tentang pergerakan naik dan turunnya pasar tanpa harus memiliki aset yang mendasarinya. Dalam CFD, ketimbang melakukan investasi saham secara tradisional, trader membayar perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan saham, atau instrumen yang mereka perdagangkan. Kesederhanaan untuk masuk dan keluar posisi pada trading CFD dibandingkan jenis trading lain adalah alasan mengapa CFD short selling pada saham menjadi sangat populer.

Artikel menarik lainnya untuk Anda:

Tentang Admirals

Admirals adalah broker Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 6000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

***

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.

TOP ARTIKEL
Apa itu Dividen?
Tahukah Anda apa itu dividen? Pernahkah Anda mendengar tentang penyesuaian dividen pada indeks saham, dividen saham, ataupun cara menghitung dividen saham? Jika tidak dan Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang investasi yang menguntungkan dengan dividen, silakan ikuti artikel ini. Pada...
Daftar Bursa Saham Terbesar di Dunia
Tahukah Anda bahwa bursa saham memiliki sejarah yang berasal lebih dari 500 tahun lalu? Dari awalnya di Antwerp pada abad ke-16 hingga saat ini, ia telah berkembang dari bursa skala kecil menjadi pasar yang besar di seluruh dunia. Saat ini ada 60 bursa efek utama di dunia yang menampung pasar saham...
Apa itu VIX Indeks?
Apa itu indeks VIX? Jika Anda sudah terbiasa dengan trading, berita ekonomi, atau media keuangan, kemungkinan besar Anda pernah mendengar tentang VIX indeks, yang juga dikenal sebagai Fear Index atau ‘indeks rasa takut’. Apakah nama itu mengganggu Anda?Jangan khawatir, dalam artikel ini Anda akan me...
Tampikan Semua