Trading Boeing vs Airbus: Persaingan di Udara

Januari 13, 2024 17:27

Beberapa hari yang lalu, kecelakaan yang melibatkan Alaska Airlines Boeing 737 Max 9, yang untungnya tidak memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan penumpang, membawa nama-nama perusahaan penerbangan seperti Boeing dan Airbus yang merupakan saingan terbesar di industri ini.

Insiden ini memicu pembahasan tentang produk Boeing dan membuat nilai saham Boeing jatuh selama dua hari berturut-turut. Dalam artikel ini, trader pemula akan memiliki kesempatan untuk belajar tentang Boeing dan Airbus yang bisa membantu mereka membentuk opini tentang trading perusahaan industri penerbangan.

Panel Kabin Alaska Airlines 737 Max 9 Membuat Saham Boeing Turun

Sebelum kita meninjau kinerja Boeing, mari kita lihat apa yang terjadi pada penerbangan Alaska Airlines. Menurut laporan media, panel kabin yang digunakan untuk menutup pintu keluar darurat tidak terpasang di dalam pesawat, namun tidak diwajibkan oleh Alaska Airlines, meledak di tengah penerbangan, membahayakan nyawa penumpang. Pilot berhasil menerbangkan pesawat kembali ke airport tanpa ada korban jiwa atau luka di antara para penumpang.

Kekhawatiran Tentang Keamanan Penerbangan Lukai Boeing

Ini bukanlah insiden yang pertama terkait 737 Max model. Dua kecelakaan yang melibatkan model 737 Max 8 di tahun 2018 dan 2019, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang signifikan dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pesawat terbang seperti para penyelidik Administrasi Penerbangan Federal (FAA) yang menyoroti masalah dalam cara kerja sistem autopilot. Dua puluh bulan mengandangkan armada 737 Max pada tahun 2019 menelan biaya sekitar $21 miliar.

Perusahaan penerbangan seperti United Airlines, AeroMexico, Turkish Airlines dan lainnya dipaksa untuk mendaratkan armada mereka dan bekerja sama dengan spesialis Boeing untuk memecahkan masalah yang mungkin ada. Kecelakaan Alaska Airline mendorong perusahaan-perusahaan untuk meninjau kembali kondisi armada pesawat mereka.

Nilai saham Boeing turun sebesar 8% pada 8 Januari, diikuti oleh penghentian operasi untuk sementara dari beberapa jet 737 MAX oleh regulator penerbangan AS. CEO Boeing Dave Calhoun berbicara pada reporter CNBC pada 10 Januari bahwa ledakan Alaska Airlines disebabkan oleh "larinya kualitas". Ditanya untuk menjelaskan apa ini artinya, Calhoun menyatakan bahwa ini adalah “gambaran tentang apa yang ditemukan orang-orang dalam inspeksi mereka... apa pun yang mungkin berkontribusi pada kecelakaan.” Berbicara pada karyawan Boeing, CEO Boeing mengatakan bahwa "kami akan melakukan pendekatan pertama dengan mengakui kesalahan kami. Kami akan melakukan pendekatan dengan transparansi 100% dan penuh di setiap langkahnya."

Beberapa analis melihat kecelakaan 737 Max 9 baru ini sebagai kemunduran sementara bagi perusahaan AS itu. Lainnya mengatakan bahwa “larinya kualitas” tidak dapat diterima di industri ini di mana kegagalan bisa memiliki konsekuensi yang serius, menambahkan bahwa 171 pesawat terbang telah diberhentikan operasinya oleh otoritas.

Boeing Kalah dalam Perang Melawan Airbus

Sampai tahun 2019, Boeing melaporkan penjualan yang kuat, mengumumkan lebih dari $100 dalam revenue. Didorong oleh diplomasi AS, Boeing memperoleh kontrak di negara-negara Teluk terhadap Airbus, namun tahun-tahun berikutnya tidak bagus bagi manufaktur AS ini. Masalah teknis dengan pesawat terbang 727 Max dan perang dagang antara AS dan China yang mendorong perusahaan itu keluar dari salah satu pasar terbesar di dunia.

SumberAdmirals MetaTrader 5. Boeing Co. (#BA) - Grafik Bulanan. Periode: 1 April 2016 - 12 Januari 2024. Tanggal Diambil: 12 Januari 2024. Kinerja masa lalu bulankah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

 

Pemilik saham penerbangan itu, seperti Michael O’Leary (Ryanair), menggunakan 737 Max tidak puas dengan pemberhentian armada mereka karena ada bukti yang meningkat bahwa ada masalah kontrol kualitas.

Laporan Reuter menyatakan bahwa Boeing mengirimkan 582 pesawat terbang di tahun 2023 dan membukukan 1.314 pesanan baru bersih, naik dari 480 pengiriman dan 224 pesanan baru bersih di tahun 2022 dan ia merupakan tahun terbaik ketiga. Ia mengirimkan 396 pesawat jet 737 berbadan sempit tahun lalu, memenuhi target yang telah direvisi, yaitu setidaknya 375 pesawat berlorong tunggal, namun masih jauh dari target awal, yaitu 400 hingga 450 jet.

Airbus Naik dan Mengambil Alih Mahkota

Airbus adalah jawaban Eropa atas Boeing, didirikan di tahun 1970 oleh kolaborasi perusahaan-perusahaan kedirgantaraan Eropa yang berusaha untuk bersaing dengan lawannya di AS. Produk pertama Airbus adalah A300 di tahun 1972, pesawat berbadan lebar, pesawat twinjet pertama di dunia. Sejak saat itu, Airbus telah memproduksi berbagai macam pesawat komersial, termasuk A340 dan A320neo serta pesawat raksasa A380, yang merupakan pesaing langsung Boeing 747 di pasar penerbangan jarak jauh.

Airbus telah menjadi pembuat pesawat nomor satu di dunia dalam lima tahun terakhir. Pada 11 Januari, Airbus menerbitkan pesanan terjadwal mereka dan pengiriman di tahun 2023. Laporan ini menunjukkan bahwa Airbus memiliki 2094 pesanan di tahun 2023, rekor bagi perusahaan itu karena angka sebelumnya adalah 1503. Terlepas dari masalah rantai pasokan, Airbus mengirimkan 735 jet ke klien tahun lalu, melampaui target mereka sendiri di 720.

SumberAdmirals MetaTrader 5Airbus Group SE (#AIR) - Grafik Bulanan. Periode: 1 April 2016 - 12 Januari 2024. Tanggal Diambil: 12 Januari 2024. Kinerja masa lalu bulankah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan. 

 

Kepala bagian komersial Airbus, Christian Scherer menyatakan bahwa “kami awalnya mengantisipasi penerbangan untuk pulih pada suatu waktu dalam jangka waktu 2023-2025, widebody kembali lebih cepat dari yang diharapkan, dan dengan penuh semangat." Schered menambahkan: “kami tidak pernah menjual A320 atau A350 sebanyak ini pada tahun tertentu... Perjalanan telah kembali dan ada momentum yang serius."

Trading Boeing, Airbus dan Saham Penerbangan Lainnya Bagi Trader Pemula

Perusahaan seperti Boeing, Airbus atau perusahaan penerbangan lainnya, seperti Embraer, terdengar menarik bagi trader pemuka karena nama-nama merek terkenal sering kali memainkan peran dalam memilih instrumen keuangan untuk trading. Bagi trader pemula, tantangannya adalah kurangnya pengetahuan dan pengalaman trading.

Bagaimana trader pemula bisa mengkompensasi hal ini? Ide bagus adalah mulai belajar fundamental trading menggunakan materi edukasi yang disediakan oleh broker. Menonton webinar dan video lainnya, membaca artikel edukasi dan panduan bisa membantu trader pemula untuk meningkatkan pengetahuan mereka.

Bagian lain dari strategi trading yang tidak boleh diabaikan adalah menggunakan alat manajemen risiko seperti order stop loss dan take profit. Alat manajemen risiko harus digunakan untuk mengurangi risiko juga stress saat mengeksekusi strategi trading. Alat manajemen risiko dapat sebisa mungkin mengurangi kehilangan dana jika digunakan dengan benar.

Trading di Akun Demo Bebas Risiko

Ingin berlatih trading tanpa mempertaruhkan dan Anda? Akun trading demo dari Admirals memungkinkan Anda untuk melakukannya, sementara berlatih trading di kondisi pasar nyata. Klik banner di bawah ini untuk membuka akun demo sekarang:

Trading dengan akun demo bebas risiko

Berlatih trading dengan dana virtual

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Miltos Skemperis
Miltos Skemperis Penulis Konten Keuangan

Miltos Skemperis memiliki latar belakang jurnalisme dan manajemen bisnis. Ia sebelumnya bekerja sebagai reporter di berbagai saluran berita TV dan surat kabar. Miltos bekerja sebagai penulis konten keuangan selama tujuh tahun terakhir ini.