Apa Itu Instrumen Keuangan Derivatif?

Admirals
14 Menit baca

Ketika berbicara seputar trading, sebagian besar orang sudah mendengar tentang saham, obligasi, dan dana. Namun, konsep derivatif keuangan mungkin masih asing bagi masyarakat umum. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan fundamental produk-produk instrumen derivatif, termasuk apa itu derivatif keuangan, mengapa ia digunakan dan cara memperdagangkannya.

Apa Itu Derivatif Keuangan?

Apa itu derivatif dalam keuangan? Jika Anda tengah mencari informasi tentang jenis-jenis derivatif keuangan dan cara kerjanya, Anda berada di tempat yang tepat.

Salah satu pertanyaan pertama yang mungkin Anda ajukan adalah, “Apakah derivatif merupakan aset keuangan?”. Jawabannya “bukan”.

Derivatif keuangan adalah sekuritas yang nilainya bergantung pada, atau berasal dari, suatu aset atau aset-aset yang mendasarinya.

Derivatif mewakili kontrak antara dua pihak atau lebih dan harganya berfluktuasi sesuai dengan nilai aset dari mana ia berasal.

Aset dasar yang paling umum digunakan oleh produk derivatif keuangan adalah mata uang, saham, obligasi, indeks saham, komoditas (misal emas dan minyak) dan, yang terbaru, mata uang kripto.

Banyak trader juga ingin tahu tentang siapa yang menemukan derivatif keuangan. Derivatif dalam keuangan sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Siapa Penemu Derivatif Keuangan?

Untuk memperoleh pemahaman lengkap tentang derivatif keuangan, penting untuk memahami bagaimana kemunculannya.

Sejarah singkat derivatif keuangan

Kapan derivatif keuangan ditemukan? Instrumen derivatif lebih umum di era modern, namun asal-usul mereka kembali ke beberapa abad yang lalu. Contoh derivatif tertua dalam sejarah dibuktikan oleh Aristotle, dianggap sebagai transaksi kontrak zaitun, kemudian oleh filsuf Yunani kuno Thales, yang mendapat untung di bursa.

Konsep kepemilikan kontrak untuk pengiriman beberapa komoditas di masa depan tumbuh mulai dari Mesopotamia hingga Helenistik Mesir dan kemudian ke dunia Romawi. Ini semua terjadi sebelum keruntuhan Kekaisaran Romawi. Setelah keruntuhannya, Kekaisaran Bizantium terus menggunakan kontrak untuk pengiriman di masa depan. Yang penting, mereka tidak berakhir dengan hukum kanon dari Eropa barat dan terus digunakan.

Beberapa peneliti berspekulasi bahwa Yahudi Sephardic membawa trading derivatif di Mesopotamia ke Spanyol selama zaman Romawi dan memasuki milenium pertama AD. Pada abad ke-16, mereka diusir dari Spanyol, untuk apa yang disebut Negara-negara Rendah.

Trading derivatif yang berdasarkan pada sekuritas terus menyebar ke Inggris dan Prancis dari Amsterdam, tepat di sekitar awal abad ke-18. Dari sana, pada awal abad ke-19, penggunaannya terus menyebar luas dari Prancis hingga Jerman.

Penelitian mengungkap bahwa bankir dan bank-bank mungkin telah memimpin sebagian besar trading derivatif yang dilakukan pada abad ke-18 dan ke-19.

MetaTrader 5 - platform trading multi-aset nomor 1 di dunia. Platform yang ditawarkan Admiral Market sepenuhnya GRATIS! Akses grafik unggul, analisis dan data pasar real-time, widget trading terbaik yang pernah ada, dan masih banyak lagi. Klik banner di bawah ini dan unduh sepenuhnya GRATIS!

Platform multi-aset utama dunia


Sebelum kita menjelajahi berbagai jenis produk derivatif keuangan yang ada, mari kita lihat mengapa orang menggunakan derivatif.

Mengapa Menggunakan Derivatif?

Mengapa trader menggunakan instrumen derivatif dalam keuangan? Instrumen derivatif keuangan dapat digunakan untuk tiga tujuan utama:

  1. Untuk hedging suatu posisi
  2. Spekulasi pada harga aset di masa depan
  3. Untuk leverage suatu posisi

Dalam beberapa bagian berikutnya, kita akan melihat satu-persatu tujuan ini dengan lebih detail.

1. Hedging

Salah satu jenis penggunaan utama investasi derivatif keuangan adalah manajemen risiko dan hedging posisi. Hedging atau lindung nilai suatu posisi adalah upaya untuk meminimalkan risiko dari pergerakan yang tidak menguntungkan di harga aset. Ini biasanya dilakukan dengan mengambil posisi sebaliknya di aset yang sama atau aset terkait dan dapat dilihat sebagai kebijakan asuransi terhadap posisi utama Anda.

Berbagai jenis kontrak derivatif keuangan ideal untuk tujuan ini dikarenakan karakteristiknya yang memungkinkan trader untuk meraih keuntungan dari penurunan harga dengan melakukan apa yang dikenal sebagai “short selling”.

Misalnya, katakanlah bahwa seorang investor membeli 100 saham di Perusahaan X pada harga $100. Setahun kemudian, harga saham Perusahaan X naik menjadi $200 per saham. Namun, investor tersebut khawatir bahwa harga saham akan turun karena suatu alasan tertentu. Alih-alih menjual sahamnya, investor ini dapat memilih untuk hedging posisinya dengan membeli produk derivatif yang akan meningkat nilainya jika harga saham perusahaan turun.

Mengambil tindakan ini akan menjamin posisi investor terhadap kemungkinan penurunan yang akan terhadi di harga saham Perusahaan X.

2. Spekulasi

Selain hedging, berbagai jenis keuangan derivatif juga dapat digunakan untuk spekulasi, dengan tujuan untuk meraih keuntungan pada fluktuasi harga dari aset yang mendasarinya. Tidak seperti produk investasi tradisional, kontrak derivatif memungkinkan Anda untuk mendapat keuntungan dari penurunan harga (short selling) serta kenaikan harga (posisi long).

Lebih lanjut, dengan investasi derivatif, seorang trader tidak perlu memiliki aset fisik untuk mencoba meraih keuntungan dengan melakukan short selling aset tersebut.

3. Leverage

Mungkin fitur yang paling penting dan paling menarik dari trading berbagai jenis produk derivatif keuangan adalah kemampuan untuk menggunakan leverage. Leverage memungkinkan trader untuk membuka posisi hanya dengan membayar persentase dari harganya. 

Oleh karena itu, dengan menggunakan leverage, seorang trader bisa memperoleh eksposur di pasar yang beberapa kali lebih tinggi dari modal yang mereka miliki di akun investasi mereka.

Menggunakan leverage dalam cara ini memungkinkan Anda untuk meningkatkan potensi keuntungan tanpa meningkatkan modal awal Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa leverage juga memperbesar potensi kerugian Anda jika pasar bergerak melawan Anda.

Dengan akun Trade.MT5 dari Admiral Markets, Anda dapat melakukan trading Contracts For Differences (CFD)! CFD memungkinkan trader untuk meraih keuntungan dari naik dan turunnya harga dengan membuka posisi long dan short. Lebih dari itu, CFD juga mendapat manfaat dari penggunaan leverage!

CFD Saham dan ETF

Trading CFD Saham dan ETF dengan Admiral Markets

Jenis-jenis Instrumen Keuangan Derivatif

Berbagai jenis instrumen derivatif keuangan dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Mayoritas pasar derivatif keuangan terdiri dari derivatif over the counter (OTC) yang disesuaikan, seperti CFD, tetapi ada juga derivatif yang memiliki standar dan dijual di bursa, seperti future atau kontrak berjangka.

Banyak trader yang bertanya-tanya di mana membeli derivatif keuangan. Ada dua tempat untuk membelinya: pasar OTC dan bursa.

Karena derivatif OTC diperdagangkan antara dua pihak swasta individu, ada risiko rekanan yang terlibat dalam penggunaannya. Misalnya, jika salah satu pihak bangkrut sebelum kontrak terselesaikan, mereka tidak akan dapat memenuhi kewajibannya terhadap pihak lain.

Jenis derivatif keuangan yang diperdagangkan di bursa diatur dengan sangat ketat. Namun, mereka cenderung memerlukan investasi awal yang jauh lebih besar, membuatnya tidak terlalu mudah diakses bagi investor kecil dan menengah.

Pada daftar jenis-jenis derivatif keuangan, ada beberapa pilihan yang tersedia bagi trader. Beberapa yang utama adalah:

  • CFD
  • Kontrak future
  • Kontrak forward
  • Option

Dalam beberapa bagian berikutnya, kita akan melihat satu-persatu derivatif keuangan ini dengan lebih detail.

1. Contracts For Difference (CFD)

Produk pertama dalam daftar ini adalah CFD. CFD merupakan salah satu jenis aset derivatif keuangan paling populer yang ada. Seorang trader memasuki kontrak dengan suatu broker di mana mereka setuju untuk menukar perbedaan di harga aset antara tanggal kontrak dimulai dan berakhir.

Kontrak ini biasanya masih aktif hingga ia ditutup oleh trader, atau oleh broker dikarenakan ekuitas yang tidak mencukupi di akun tradingnya.

CFD memberi trader sebagian besar keuntungan dari investasi nyata, tetapi tanpa kepemilikan fisik aset yang mendasarinya. Ia juga memungkinkan trader untuk memanfaatkan kenaikan dan penurunan di harga dengan posisi long dan short.

Dimungkinkan untuk trading CFD pada berbagai pasar keuangan, seperti mata uang, saham, komoditas, mata uang kripto dan masih banyak lainnya.

Dan seperti halnya dengan banyak keterampilan, ada perbedaan antara teori dan praktis derivatif keuangan. Kabar baiknya adalah Anda bisa berlatih trading CFD tanpa mempertaruhkan modal Anda sendiri dengan akun demo Admiral Markets. Klik banner di bawah untuk membuka akun gratis hari ini:

Trading dengan akun demo bebas risiko

Berlatih trading dengan dana virtual

2. Kontrak berjangka

Kontrak berjangka atau future adalah jenis derivatif keuangan lain. Ini adalah kontrak antara pembeli dan penjual, yang mewajibkan mereka untuk menukarkan aset di masa depan di harga tertentu pada tanggal yang telah ditetapkan. Mayoritas future melibatkan bahan mentah dan diperdagangkan di bursa besar.

Future awalnya diciptakan untuk produsen, seperti petani, yang berusaha meminimalkan risiko mereka atas fluktuasi harga produknya di masa depan. Namun, sejak ia diperkenalkan, future sekarang dapat diperdagangkan pada komoditas serta berbagai pasar keuangan derivatif lain seperti Forex dan obligasi.

Pasar ini sebagian besar menarik spekulasi, yang memiliki sedikit ketertarikan dalam memperoleh aset fisik yang dimaksud dalam kontrak melainkan berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual kontrak.

Beberapa spekulan bahkan akan masuk dan keluar posisi kontrak future pada hari yang sama, meskipun sebagian besar kontrak cenderung memiliki durasi tiga bulan.

Future dijual di bursa dan diatur di AS oleh Komisi Trading Future Komoditas. Semua kontrak berjangka di standarisasi dalam hal kualitas dan kuantitas, artinya mereka semua memiliki spesifikasi yang sama terlepas dari siapa yang membeli dan menjualnya.

Misalnya, siapa pun yang trading future minyak di New York Mercantile Exchange tahu bahwa satu kontrak akan terdiri dari 1000 barel minyak West Texas Intermediate (WTI) dari tingkat kualitas tertentu.

Sumber: Admiral Markets MetaTrader 5, Grafik Per Jam CrudeOilUS_N1 (WTI Crude Oil Future). Rentang Waktu: 24 Mei, 2021 – 16 Juni 2021. Diakses pada: 16 Juni 2021. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Dengan Admiral Markets, Anda dapat mengakses GRATIS serangkaian artikel edukasi yang siap membantu perjalanan trading Anda.

Trading di pasar dengan percaya diri

Sumber daya edukasi eksklusif untuk semua trader

3. Kontrak forward

Kontrak forward adalah jenis derivatif keuangan berikutnya dalam daftar. Serupa dengan kontrak berjangka, ia terdiri dari dua pihak yang setuju untuk menukar suatu aset pada tanggal di masa depan dengan harga yang telah ditetapkan.

Namun, tidak seperti future, kontrak forward disesuaikan antara rekanan dan tidak di standarisasi. Forward dianggap sebagai derivatif OTC, sehingga ia tidak diperdagangkan di bursa.

Pasar untuk forward telah tumbuh dengan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ukuran tepatnya sulit untuk ditentukan karena kontrak diperdagangkan secara privat dan detailnya jarang dipublikasikan.

Tidak seperti kontrak berjangka, pasar forward tidak diatur.

4. Option

Kontrak opsi adalah jenis derivatif yang memberikan pemiliknya hak untuk membeli atau menjual (bergantung pada jenis opsi) aset dasar pada harga yang telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.

Tidak seperti future dan forward, pemilik opsi tidak diwajibkan untuk membeli atau menjual aset jika mereka memilih untuk tidak melakukannya – mereka memiliki opsi tetapi tidak berkewajiban.

Dua jenis opsi yang paling umum adalah:

  • Opsi Call – Ia memungkinkan pemiliknya untuk membeli aset dengan harga yang ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.
  • Opsi Put – Ia memungkinkan pemiliknya untuk menjual aset dengan harga yang ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.

Semua opsi derivatif keuangan memiliki tanggal kadaluwarsa, di mana pemilik harus membuat pilihan mereka apakah mereka akan menggunakan hak mereka untuk membeli atau menjual. Harga opsi yang ditetapkan dikenal sebagai harga “strike”.

Berkenaan dengan “jangka waktu yang ditetapkan” opsi, ini biasanya dibagi ke dalam dua jenis opsi, Eropa dan Amerika. Opsi Eropa hanya dapat digunakan oleh pemiliknya pada tanggal di mana opsi jatuh tempo. Opsi Amerika bisa digunakan kapan pun sebelum tanggal jatuh tempo opsi.

Untuk membeli opsi, pembeli harus membayar biaya premi ke penjual untuk setiap kontrak yang dibeli. Oleh karena itu, dikarenakan sifat tidak wajib yang dimiliki opsi, risiko pembeli terbatas pada biaya premi.

Namun, penjual opsi memiliki risiko yang tidak terbatas karena mereka berkewajiban untuk memenuhi kontrak jika pembeli memilih untuk menggunakan haknya.

Saat opsi menghasilkan keuntungan, ia dikatakan "in the money" sebaliknya ketika opsi menghasilkan kerugian ia disebut "out of the money", atau "underwater".

Zero to Hero adalah kursus online GRATIS yang mengajarkan Anda cara trading pasar keuangan online, mulai dari pengaturan hingga eksekusi, hanya dalam 21 hari!

Zero to Hero

Belajar trading dalam 20 hari, mulai dari persiapan hingga eksekusi

Derivatif dan Krisis Keuangan 2008

Proliferasi derivatif keuangan yang tidak diatur kembali ke tahun-tahun menjelang krisis keuangan tahun 2008 yang memainkan peran utama dalam krisis itu.

Banyak orang yang meminjam saat itu hanya memiliki bunga pinjaman. Ini adalah semacam hipotek dengan suku bunga yang dapat disesuaikan. Tidak seperti pinjaman tradisional, tingkat suku bunga pada jenis pinjaman ini bisa naik dengan tingkat dana federal.

Saat The Fed mulai meningkatkan suku bunga, orang yang memiliki hipotek ini tiba-tiba tersadar bahwa mereka tidak mampu lagi melakukan pembayaran.

Ini terjadi di sekitar waktu yang sama bahwa suku bunga mengalami reset.

Suku bunga naik, permintaan di pasar perumahan turun bersamaan dengan harga rumah. Setelah menyadari bahwa mereka tidak dapat melakukan pembayaran atau menjual rumah, mereka gagal bayar utang.

Yang terpenting, beberapa bagian sekuritas yang didukung hipotek (sekeranjang hipotek yang nilainya berasal dari nilai semua hipotek yang ada di lamnya) pada saat itu tidak berharga. Namun, tidak ada yang tahu bagian mana. Karena tidak ada yang sepenuhnya mengerti apa yang ada di dalamnya, mereka tidak dapat menentukan nilai sebenarnya.

Ketidakpastian tersebut menyebabkan pasar sekunder ditutup. Hegde fund dan bank memiliki banyak derivatif yang kehilangan nilainya dan tidak dapat mereka jual. Segera setelahnya, bank sepenuhnya berhenti meminjamkan ke lainnya. Ini karena mereka takut menerima derivatif gagal bayar sebagai jaminan utang.

Akibatnya, mereka mulai memegang uang tunai untuk memastikan mereka dapat membayar operasional sehari-hari.

Perkembangan ini adalah penyebab tagihan bailout bank. Mereka awalnya dirancang untuk membersihkan derivatif dari pembukuan sehingga bank bisa mulai melakukan pinjaman lagi.

Setelah Anda selesai membaca, lebih bagi lagi jika Anda memverifikasi apa yang telah Anda pelajari dengan berlatih. Dengan Admiral Markets, Anda bisa berlatih strategi trading di akun demo bebas risiko. Namun, jika Anda sudah siap trading di langsung di pasar, klik banner di bawah untuk membuka akun live hari ini!

Trading Forex & CFD

Dapatkan akses ke lebih dari 40 CFD pasangan mata uang, 24/5

Trading Tradisional vs Derivatif

Meskipun trading berbagai jenis derivatif keuangan memiliki banyak kualitas yang sama dengan produk tradisional, ada beberapa perbedaan utama:

  • Trader dapat membuka posisi long dan short dengan derivatif keuangan
  • Trader dapat meraih keuntungan dari fluktuasi harga tanpa perlu memiliki aset – bahkan jika ia melakukan short selling
  • Trading derivatif mendapat manfaat dari penggunaan leverage

Tentu saja, trading menggunakan jenis produk keuangan derivatif juga memiliki kekurangan. Dalam beberapa keadaan, tidak memiliki aset merampas hak properti tertentu dari Anda. Misal, jika Anda trading menggunakan CFD, Anda tidak akan menerima jenis dividen tertentu dan juga tidak memiliki hak untuk membeli suara.

Masalah yang lebih serius ada pada fakta bahwa pasar derivatif tidak terlalu diatur dibandingkan dengan produk trading tradisional. Oleh karena itu, ia dapat menarik broker yang tidak diatur dan tidak dapat dipercaya juga broker palsu yang ingin menipu orang.

Jika Anda tertarik untuk trading berbagai jenis derivatif keuangan, penting untuk memilih broker dengan cermat. Memilih broker yang diatur oleh badan keuangan ternama dan pastikan Anda membaca syarat dan ketentuan broker tersebut dengan seksama sebelum membuka akun.

Platform Trading untuk Derivatif Keuangan

Jika Anda ingin trading menggunakan derivatif keuangan di ribuan pasar, MetaTrader 5 adalah gerbang yang secara luas dianggap sebagai salah satu platform terbaik yang ada untuk melakukannya.

Trader dapat dengan mudah melacak pergerakan serangkaian aset keuangan, seperti Forex dan CFD pada saham, komoditas dan indeks saham.

MetaTrader 5 Supreme Edition (MT5SE) adalah add-onn untuk MetaTrader yang dikembangkan oleh Admiral Markets. Dengan add-on MT5SE, Anda bisa mengakses 60+ fitur tambahan yang tidak ditawarkan oleh platform yang berdiri sendiri.

Berita baiknya adalah bahwa MetaTrader 5 dan add-on MT5SE tersedia untuk di download secara gratis bagi klien Admiral Markets! Upgrade ke MTSE sekarang dengan mengklik banner di bawah ini:

MetaTrader Supreme Edition eksklusif

Unduh suite plugin paling kuat untuk trading platform favorit Anda!

Tanya Jawab Seputar Derivatif Keuangan

Apa itu derivatif keuangan?

Derivatif keuangan adalah sekuritas yang nilainya bergantung pada, atau berasal dari, suatu aset atau aset-aset yang mendasarinya. Derivatif mewakili kontrak antara dua pihak atau lebih dan harganya berfluktuasi sesuai dengan nilai aset dari mana ia berasal.

Mengapa menggunakan derivatif keuangan?

Instrumen derivatif keuangan dapat digunakan untuk tiga tujuan utama yaitu: untuk lindung nilai suatu posisi, spekulasi pada harga aset di masa depan, dan untuk leverage suatu posisi.

Apa saja jenis-jenis derivatif keuangan yang ada?

Beberapa jenis derivatif keuangan utama yang tersedia untuk trader adalah: CFD, kontrak future, kontrak forward, dan option.

Artikel Menarik Lainnya untuk Anda:

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah broker Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 6000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.

TOP ARTIKEL
Apa Itu Resesi Ekonomi? | 3 Strategi untuk Menghadapi Resesi
Tahukah Anda apa itu resesi ekonomi? Dan bagaimana cara menghadapinya? Resesi ekonomi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dan berkepanjangan yang mempengaruhi semua sektor ekonomi.  Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu resesi ekonomi, apa penyebabnya, bagaimana...
Apa Itu Contango?
Dalam trading berjangka atau future, khususnya trading komoditas, terdapat fenomena yang adakalanya terjadi yang disebut contango. Akan tetapi tahukah Anda apa itu contango? Tahukah Anda mengapa ia terjadi? dan Pernahkah Anda mendengar tentang backwardation? Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak t...
Pasar Keuangan Terbaik untuk Trading Pada Tahun 2023
Jika Anda tertarik untuk mempelajari tentang pasar keuangan terbaik untuk trading tahun 2023, di sinilah tempatnya. Dalam artikel ini, kami membahas tentang jenis jenis pasar keuangan online terbaik dan bagaimana cara memperdagangkannya. 2022 akan menjadi tahun penembus rekor lainnya bagi para trade...
Tampikan Semua